Ratusan Ponsel Diselundupkan ke Rutan Depok di 2018

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 31 Dec 2018 19:58 WIB
lembaga pemasyarakatan
Ratusan Ponsel Diselundupkan ke Rutan Depok di 2018
Petugas Rutan Cilodong Depok membakar ratusan handphone selundupan narapidana. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Depok: Petugas keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Depok, Jawa Barat menyita sebanyak 201 ponsel selundupan sepanjang 2018. Ratusan ponsel tersebut didapat dari hasil razia jajarannya terhadap para pengunjung rutan (keluarga napi).

Kepala Rutan Kelas II B Depok Bawono Ika Sutomo menuturkan modus penyelundupan barang larangan tersebut beragam. Salah satunya dengan disembunyikan dalam pembalut wanita.

“Ini (telepon genggam) bisa digunakan untuk macam-macam. Yang kami khawatirkan salah satunya adalah dapat digunakan untuk melakukan transaksi narkoba maupun penipuan,” ucap Bawono  pada wartawan saat menggelar capaian selama 2018 di Rutan Depok pada Senin, 31 Desember 2018.

Petugas juga beberapa kali menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu yang juga hendak diselundupkan ke dalam Rutan. Setidaknya ada dua kali percobaan penyelundupan narkoba ke dalam Rutan Depok.

Bawono menuturkan 994 dari 1.956 narapidana terjerat perkara narkoba. Sisanya terpidana kriminal umum.

Namun, Rutan Depok berusaha memberi solusi bagi narapidana yang ingin berkomunikasi dengan keluarga lewat warung telekomunikasi. "Kami juga telah menerbitkan e-money sebagai pengganti transaksi uang tunai bagi para warga binaan. Ini untuk menghindari hal-hal yang diinginkan,” terangnya.

Bawono menerangkan menyebut Rutan Depok berhasil melewati target pelayanan dan pengamanan. Rutan Depok lewat beragam programnya juga memberikan 97 pembebasan bersyarat, 84 cuti bersyarat dan satu cuti menjelang bebas.

Walau demikian, Bawono mengakui pihaknya masih membutuhkan bantuan petugas melihat personel penjagaan hanya 93 orang. “Idealnya itu satu petugas mengamankan lima orang. Meski masih terbatas, namun kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan melakukan langkah evaluasi. Dari sisi pengamanan, kami juga melibatkan TNI-Polri setempat,” pungkasnya.
 


(SUR)