Warung di Pantura Cirebon Terpaksa Gulung Tikar

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 13 Jul 2017 14:40 WIB
jalan tol
Warung di Pantura Cirebon Terpaksa Gulung Tikar
Sejumlah pemilik warung di jalur Pantura Cirebon terpaksa menutup warungnya -- MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Sejumlah pemilik warung di jalur Pantura Cirebon terpaksa gulung tikar. Mereka mengaku terus merugi dan harus menutup warungnya sejak jalan tol yang membelah wilayah Jawa Barat bagian utara mulai difungsikan.

Pengguna jalan sekarang banyak yang memilih melintasi jalan tol. Padahal, warung di sepanjang jalur Pantura itu bergantung pada pengguna jalan yang melintas.

"Biasanya banyak pengendara yang singgah kalau melintas di sini (Pantura). Tapi, sekarang jarang (yang melintas," kata Ismail, salah satu pemilik warung di daerah Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis 13 Juli 2013.

Senada, Juhroh mengaku sudah sembilan hari menutup warung miliknya. "Soalnya sedikit yang mampir, berbeda waktu sebelum adanya tol," kata dia.

Menurut Juhroh, biasanya dia bisa menikmati untung saat musim mudik Lebaran. Namun, mudik Lebaran 2017 lalu pendapatannya justru minim. Ia hanya mampu mengantongi Rp150 ribu setiap harinya.

"Itu pun sudah maksimal. Sebelum ada tol, saat mulai musim mudik, penghasilan rata-rata setiap hari bisa mencapai Rp500 ribu," jelas Juroh.

Markasih, pemilik Rumah Makan Sejahtera di Desa Winong, Kecamatan Arjawinangun, mengamini. Sebelum ada Tol Cipali, rumah makannya selalu ramai.

"Waktu belum ada tol, penghasilan bisa sampai Rp2 juta per bulan. Sekarang, hanya Rp900 ribu per bulan," katanya.

Saat musim mudik dan balik Lebaran, Markasih mengaku mampu meraup Rp5 juta sebelum ada tol. Dengan pendapatan sebesar itu, ia mampu mempekerjakan satu orang sebagai pelayan.

Tahun ini, penghasilan saat musim mudik dan balik Lebaran hanya Rp2 juta. "Dua tahun ini penghasilan menurun. Sekarang tidak bisa mengambil pelayan. Banyaknya pemotor, cuma beli rokok sama minum," katanya.


(NIN)