Ridwan Kamil Sudah 50 Kali Komunikasi dengan Parpol

Roni Kurniawan    •    Rabu, 23 Aug 2017 20:58 WIB
pilgub jabar 2018
Ridwan Kamil Sudah 50 Kali Komunikasi dengan Parpol
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terus berupaya melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik menjelang Pilgub 2018. Bahkan orang nomor satu di Kota Bandung ini mengaku telah melakukan 50 kali komunikasi dengan berbagai parpol.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, hampir seluruh parpol telah ia sambangi sebagai ajang silaturahmi. Komunikasi dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga pusat. Komunikasi untuk mendapatkan visi misi yang sama untuk Pilgub Jabar.

"(Komunikasi dengan partai) di tingkat DPD, DPP, dan ketua umumnya. Saya ke setiap partai tidak satu kali, minimal dua kali melakukan komunikasi," ujar Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Rabu, 23 Agustus 2017.

Emil mengaku telah bertemu dengan beberapa petinggi parpol, di antaranya PPP, Hanura, PKB, dan Demokrat. Bahkan Emil kerap bertemu orang yang berbeda dalam satu partai dalam setiap melakukan komunikasi.

"Sudah 50 kali berkomuniasi dan bertemu orang yang berbeda-beda menyampaikan komunikasi politik. Setiap itu ada ekspetasi yang terpenuhi dan tidak terpenuhi," imbuhnya.

Emil menuturkan akan lebih intens untuk melakukan komunikasi dengan parpol-parpol tersebut. Bahkan semua parpol diakuinya telah disinggahi meski ia sadar mempunyai keterbatasan sebagai kepala daerah saat ini.

"Nah bagi yang belum (komunikasi intens), saya perbaiki. Jadi saya bukan tidak melakukan komunikasi," tandasnya.

Sekadar informasi, total kursi di DPRD Jabar berjumlah 100 kursi. Komposisinya, PDIP (20 kursi), Golkar (17), Demokrat (12), PKS (12), Gerindra (11), PPP (9), PKB (7), NasDem (5), PAN (4), dan Hanura (3).

Beberapa partai besar telah membentuk koalisi. Gerindra dan PKS sepakat bersatu untuk mengusung calon sendiri. Koalisi ini memunculkan nama Deddy Mizwar dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. 

Sementara, PDIP-Golkar juga telah mantap koalisi. Namun, belum ada calon kuat yang dimunculkan dalam koalisi ini. Sementara, Ridwan Kamil sejauh ini baru didukung oleh Partai NasDem.


(SAN)