Kawat Gigi & Lensa Kontak V Diminta Keluarga Saat Diautopsi

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 06 Sep 2016 19:31 WIB
pembunuhan
Kawat Gigi & Lensa Kontak V Diminta Keluarga Saat Diautopsi
Ayah V saat ditemui di rumahnya. Foto: Metrotvnews.com/Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Keluarga V, 16, korban pembunuhan dan pemerkosaan kawanan geng motor di Cirebon, meminta kepada polisi untuk melepaskan kawat gigi dan lensa kontak yang digunakan V. 

Permintaan itu dilayangkan Junaedi, ketua RW 11 Samadikun Utara, Kota Cirebon, saat korban tengah diautopsi. Menurut Junaedi, keluarga korban lebih memilih tidak hadir karena khawatir histeris dan tidak tega dengan kondisi korban.

“Keluarga meminta saya untuk menyampaikan dua hal tersebut ke petugas,” kata Junaedi di Cirebon, Selasa (6/9/2016).

Menurut Junaedi, permintaan tersebut sudah disampaikan ke tim forensik dan akan dikabulkan. Namun, untuk lensa kontak, kondisinya sudah hancur. 

Permintaan tersebut, kata Junaedi, dikarenakan salah satu keluarganya mengaku pernah didatangi oleh mendiang V. Dalam kesempatan itu, V bercerita tentang kronologi kejadian dan meminta disempurnakan jenazahnya.

“Salah satunya, yaitu meminta benda yang masih menempel di tubuhnya dilepas. Yaitu, kawat gigi dan lensa kontak,” kata Junaedi.

Junaedi mengaku melihat langsung proses pengangkatan jenazah V sebelum diautopsi. Saat diangkat, jenazah masih utuh. Hanya, tubuhnya agak lembek karena sudah sembilan hari dimakamkan. Dia mengaku melihat darah masih keluar dari kain kafan jenazah di bagian kepala.

Sebelas anggota geng motor membunuh MR, 16, dan V, 16, pada Sabtu 27 Agustus. Pembunuhan bermula saat MR dan pacarnya sedang mengendarai sepeda motor melintasi SMPN 11 Kalitanjung Kota Cirebon. Di sana keduanya dilempar batu dan dikejar para pelaku. 

Nahas, korban berhasil dipepet dan dipukul menggunakan kayu di Flyover Talun, Kabupaten Cirebon. MR dibunuh dan V diperkosa lalu dibunuh. 

Dari hasil pengembangan, Satuan Narkoba Polresta Cirebon membekuk delapan pelaku pembunuhan di Jalan Perjuangan Majasem, Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Sedangkan ketiga pelaku lainnya masih buron.


(UWA)