Pembuat Snack Bikini Minta Maaf Terbuka

Roni Kurniawan    •    Jumat, 26 Aug 2016 14:05 WIB
industri makanan
Pembuat <i>Snack</i> Bikini Minta Maaf Terbuka
Pratiwi Darmawati Oktaviani, 19, pembuat snack bikini menyampaikan permintaan maaf di Kantor BBPOM Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (26/8/2016). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Beberapa waktu lalu, aneka tanggapan menyeruak atas kehadiran makanan ringan merek bihun kenikinan atau Bikini. Pasalnya, kemasan makanan itu menggunakan gambar pakaian dalam wanita dengan memberikan slogan 'remas aku'.

Pratiwi Darmawati Oktaviani, 19, selaku pembuat makanan ringan tersebut minta maaf kepada masyarakat secara terbuka. Permintaan maaf ini sebagai salah satu sanksi administrasi yang diberikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).


Makanan ringan merek Bikini. (Ant/Novrian Arbi)

"Saya berjanji tidak akan mengulanginya dan akan belajar tentang undang-undang yang berlaku," ujar perempuan berjilbab itu saat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di Kantor BBPOM Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (26/8/2016).

Ia berharap, permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka bisa diterima masyarakat yang merasa telah diresahkan. Pratiwi mengaku akan lebih berhati-hati dalam membuat produk rumahan.

"Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan, semoga masyarakat indonesia dapat memaafkan dan memaklumi keadaan saya," tuturnya.



Pertiwi mengaku, informasi untuk melakukan proses perizinan dalam usaha rumahan sangat minim. Oleh karena itu, ia meminta BBPOM memberikan bimbingan kepada dirinya dan juga para pelaku usaha rumahan lain.

"Saya harap dengan kejadian ini tidak membuat para UKM dan anak muda yang ingin berbisnis menjadi takut untuk membuat produk-produk sejenis," pungkas wanita asal Depok, Jawa Barat ini.

Pertiwi pun harus rela saat ratusan produk Bikini yang dibuatnya dimusnahkan BBPOM Bandung.


(SAN)