Harri Prihanto Masih Staf Ahli Meski Berstatus Tersangka

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 05 Sep 2018 20:43 WIB
kasus korupsi
Harri Prihanto Masih Staf Ahli Meski Berstatus Tersangka
Ilustrasi PNS DKI. Foto: MI/Ramdani

Depok: Eks Sekertaris Daerah (Sekda), Harri Prihanto kerap berada di lingkungan pemerintahan Kota Depok, meski proses hukum kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka berjalan di Polresta Depok. Diketahui, Harri mempunyai jabatan Staf Ahli do Pemkot Depok.

Menanggapi status Harri sebagai tersangka, Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat) Kota Depok segera mengeluarkan status pengkajian mantan Sekda pada Kamis, 6 September 2018.

"Hari Kamis ya, keputusannya keluar," ungkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat dihubungi, Rabu, 5 September 2018.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, rapat status jabatan Harri Prihanto sudah digelar sejak Senin, 3 September 2018 kemarin. 

Namun, pihaknya belum bisa membeberkan isi dari pembahasan rapat tersebut. "Kami hanya memberikan rekomendasi, bukan keputusan. Kalau keputusan tetap ada di Pak Wali," jelas Supian.

Selanjutnya, Supian menerangkan untuk pendampingan hukum, saat ini Harri didampingi kuasa hukum pribadi. "Sementara ini baru sejauh itu saja. Mengenai apa keputusannya (soal status Harri) itu bukan kewenangan saya," beber Supian.

Berdasarkan data yang dihimpun Medcom.id dari Pemerintah Kota Depok Harri Prihanto resmi menjabat Sekertaris Daerah selama dua tahun, sejalan dengan kepemimpinan eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.

Harri dilantik menjadi Sekda Rabu 1 Juli 2015 dan dicopot dari jabatannya Selasa 26 Juli 2017.

Harri kemudian dimutasi ke jabatan yang baru sebagai staf ahli Wali Kota bidang perekonomian, koperasi dan sumber daya manusia hingga saat ini.


(DEN)