Eks Wali Kota Depok Masih Bisa Diajak Komunikasi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 06 Sep 2018 16:52 WIB
kasus korupsi
Eks Wali Kota Depok Masih Bisa Diajak Komunikasi
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (tengah) menghindari pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan oleh Tim Tindak Pidana Korupsi Unit Kriminal Khusus Reskrim Polresta Depok di Depok, Jawa Barat, Kamis (19/4). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

Depok: Eks Wali Kota Depok, Nur Mahmudi dikabarkan sedang pemulihan karena mengalami sakit di bagian kepala belakang pasca benturan saat mengikuti pertandingan bola voli pada Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, 18 Agustus 2018.

Meski demikian, Kuasa Hukum Nur Mahmudi, Iim Abdul Halim mengatakan, kliennya itu masih bisa diajak untuk komunikasi.

"Daya ingat masih bagus dan normal ya masih bisa komunikasi, hanya memang menyisakan lebam-lebam. Karena menurut riwayat kesehatan bapak sebelumnya juga sempat mengalami struk," kata Iim di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Kamis, 6 September 2018.

Iim menjelaskan, hari ini kliennya meminta penundaan pemeriksaan di Mapolresta Depok. Untuk menguatkan permohonan tersebut, Iim juga membawa sejumlah dokumen keterangan rumah sakit.

"Ya kita bawa juga itu (rekam medis), ini untuk penundaan pemeriksaan. Rekam medisnya dari RS Limo Cinere," jelas Iim.

Sementara dari pantauan Medcom.id sekitar pukul 13.18 WIB, kondisi rumah Nur Mahmudi di Perumahan Tugu Asri, Jalan Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat terlihat sepi dan hanya ada dua mobil yang terparkir di sebelah rumah tersebut.

Selain Nur Mahmudi, Eks Sekertaris Daerah (Sekda) Depok, Harri Prihanto juga mangkir dari panggilan penyidik Polresta Depok pada Rabu, 5 September 2018.

Nur Mahmudi Ismail dan Harri Prihanto ditetapkan tersangka oleh Penyidik Tipikor Polresta Depok beberapa waktu lalu. Keduanya diduga terlibat korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Negara disebut merugi Rp10 miliar.


(DEN)