Kabupaten Sukabumi Darurat Kekeringan

Benny Bastiandi    •    Senin, 13 Aug 2018 12:19 WIB
kemarau dan kekeringan
Kabupaten Sukabumi Darurat Kekeringan
Ilustrasi kekeringan, Medcom.id - M Rizal

Sukabumi: Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga tiga bulan ke depan. Sebab, warga di 16 dari 47 kecamatan di kabupaten tersebut kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman mengatakan status berlaku mulai 6 Agustus 2018. Krisis air bersih terjadi di 16 kecamatan. Pasokan air pun minim sehingga warga sulit memenuhi kebutuhan pengairan sawah.

"Wilayah yang terdampak musim kemarau tersebar di sejumlah titik," ujar Maman di Sukabumi, Senin, 13 Agustus 2018.

BPBD telah mendistribusikan bantuan air bersih ke beberapa kecamatan. BPBD melibatkan PDAM untuk pendistribusian air.

"Tapi, kalau untuk lahan pertanian, kami koordinasi dengan Dinas Pertanian," lanjut Maman.

Distribusi air menggunakan armada pengangkut air. Satu tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, mengatakan pendistribusian air bersih sesuai dengan permintaan dari aparat pemerintah. Sepuluh dari 16 kecamatan itu merupakan langganan kekeringan setiap kali musim kemarau datang.

Adapun 16 kecamatan yang kesulitan air bersih yaitu:
1. Gunungguruh
2. Cikakak
3. Cibadak
4. Palabuhanratu
5. Warungkiara
6. Bantargadung
7. Cikembar
8. Gegerbitung
9. Simpenan
10. Kabandungan
11. Waluran
12. Lengkong
13. Parungkuda
14. Ciambar
15. Jampangtengah
16. Jampangkulon

Berdasarkan data tahun lalu, wilayah yang terdampak musim kemarau yaitu 27 kecamatan. Rapat koordinasi membahas antisipasi dan penanggulangan kekeringan terus dilakukan BPBD setempat berkoordinasi secara lintas sektoral. 


(RRN)