TKW Disekap di Singapura

Tak Ingin Disekap Lagi, TKW Terpaksa Bersembunyi di Toilet

Ahmad Rofahan    •    Minggu, 15 Mar 2015 14:03 WIB
tkipenyekapan
Tak Ingin Disekap Lagi, TKW Terpaksa Bersembunyi di Toilet
Ilustrasi TKW, Ant/ Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Cirebon: Pembebasan sejumlah TKW asal Cirebon, Jawa Barat, dari PT El Karim penuh lika-liku. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) pun merancang strategi untuk membebaskan mereka dari lokasi penyekapan PT El Karim di Singapura.

Januari lalu, SBMI mendapat kabar lima dari sebelas TKW yang disekap El Karim akan pulang melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat. Mereka bisa pulang setelah menyetujui syarat dari El Karim untuk bekerja kembali di Malaysia.

"Mereka boleh pulang, asal mereka mau dipekerjakan kembali di negara lain. Kami mengintruksikan ke mereka untuk menyetujuinya, dan nanti akan kita kawal pas kedatangannya," kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Serikat Buruh Migran Indonesiaa (SBMI), Hariyanto, Minggu (15/3/2015).

Proses penjemputan para TKW cukup panjang, hingga empat hari. Sebab jadwal kedatangan mereka berbeda-beda.

"Hari pertama dua korban pulang dan tiga lainnya di hari yang berbeda," lanjut Hariyanto.

Upaya itu mendapat kesulitan. Sebab karyawan PT El Karim sudah berada di depan bandara. Karyawan bermaksud hendak menjemput mereka. Sehingga para TKW ketakutan.

"Dua korban nangis dan tidak berani keluar bandara, karena sudah ada pihak PT di luar," ujar Hariyanto.

Lalu, melalui komunikasi via handphone, SBMI menyuruh mereka bersembunyi di toilet. Mereka harus menunggu di toilet hingga tim penjemput datang.

Pihak bandara sempat mengusir mereka. Namun SBMI memberikan penjelasan via telepon. Barulah pihak bandara mengerti, bahkan membantu proses evakuasi.

Kemudian petugas bandara mengarahkan mereka keluar melalui pintu belakang. Hingga akhirnya, mereka dapat bertemu dengan tim dari Lembaga Bantuan Hukum Bandung dan BP3TKI Bandung.

"Proses pemulangan yang lainnya hampir sama, semuanya dibantu oleh LBH Bandung, BP3TKI dan pihak bandara. Di shelter, mereka hanya bisa dijemput oleh pihak keluarga saja," jelas Hari.


(RRN)