Setya Novanto Tersangka, Ridwan Kamil Memilih Tenang

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 18 Nov 2017 08:35 WIB
pilgub jabar 2018
Setya Novanto Tersangka, Ridwan Kamil Memilih Tenang
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Emil, Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Bandung: Partai Golkar menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil atau Emil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el. Emil enggan mengomentari penetapan status Novanto itu terhadap dukungan Golkar padanya.

Emil memilih fokus untuk memantapkan strategi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 mendatang. Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku tidak khawatir dengan kondisi Partai Golkar saat ini setelah penetapan status tersangka terhadap Setya Novanto. Emil pun kini tetap tenang, terlebih targetnya untuk mendulang dukungan dari partai sudah terpenuhi hingga 38 kursi (NasDem 5, PKB 7, PPP 9, Golkar 17).

"Dalam politik selalu ada dinamika, selalu ada strategi-strategi. Saya menjalani sudah sangat tenang, apa adanya, tidak reaktif. Nanti juga di hari pendaftaran semua yang berdinamika juga akan berakhir," kata Emil saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Jumat 17 November 2017.

Emil mengatakan, jika terlalu aktif dalam segala isu yang ada akan membuatnya tidak fokus untuk menjalankan tugas kini sebagai Wali Kota Bandung. 

"Itu filosofi hidup saya dalam politik, kalau dikit-dikit responsif, reaktif, saya kira itu menambahi kebisingan saja," cetusnya.

Bahkan Emil pun tak khawatir dengan dinamika Golkar saat ini, termasuk status tersangka yang ditujukan terhadap Setya Novanto. Ia menyakini perhelatan Pilgub Jabar menonjolkan sosok calon bukan partai pengusung.

"Saya tidak terlalu mengkhawatirkan karena satu teori yang namanya pilkada itu, adalah figur, kalau pertanyaan itu fokus pada pemilihan legislatif itu berdampak," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP-el oleh KPK. Bahkan KPK sempat menjemput paksa Ketua DPR RI itu dikediamannya beberapa hari lalu.


(RRN)