Kekerasan Seksual di Jawa Barat Tinggi

Jaenal Mutakin    •    Selasa, 02 Jan 2018 16:41 WIB
kekerasan
Kekerasan Seksual di Jawa Barat Tinggi
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Bandung: Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat menunjukkan angka kekerasan di Jawa Barat masih tergolong tinggi. Kekerasan yang terjadi didominasi kasus kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.

Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Heryawan mengungkap 160 kasus kekerasan pada anak dan 168 kasus kekerasan pada perempuan yang dilaporkan sepanjang 2017. Pelaku di sebagian kasus kekerasan bahkan masih di bawah umur.

"Jika pelakunya usia anak, dalam menanganinya perlu waktu yang cukup lama, karena harus mendapatkan hak pendidikan, harus pulih traumanya, harus membangun masa depannya, masyarakat harus menerima kehadirannya itu semua menjadi tantangan bagi kita," ujar Netty, di Bandung, Selasa, 2 Januari 2018

P2TP2A memiliki keterbatasan dalam memberikan hak pendidikan karena tak bisa membangun sekolah baru. Ini yang akan dijadikan resolusi 2018.

Diaa berharap negara memfasilitasi Pemerintah Provinsi melalui Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). LPKA menjadi amanat dari Undang-undang Sistem Perlindungan Pidana Anak (SPPA) yang secara detail melindungi anak

"Harus mulai membuat layanan khusus bagi anak-anak yang menjadi pelaku atau korban, yang belum bisa bersekolah kembali di sekolah formal. Juga perlu ada inisiasi untuk menambah celah-celah yang ada pola pengasuhan dari orang tua," ujarnya.


(SUR)