Buni Yani Keukeuh tak Potong Video Pidato Ahok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 14 Nov 2017 19:06 WIB
buni yani tersangka
Buni Yani <i>Keukeuh</i> tak Potong Video Pidato Ahok
Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Bandung: Buni Yani divonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa 14 November 2017. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus video pidato Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok waktu itu, yang dipasang di Facebook Buni Yani.

Aldwin Rahadian, kuasa hukum Buni Yani, mengatakan, tak ada fakta persidangan yang menyatakan siapa pemotong video. Oleh sebab itu, pihaknya akan mencari keadilan dan akan mengajukan banding karena putusan yang dianggapnya tidak adil.

"Ini bentuk kriminalisasi, dan kita akan mencari keadilan," ucap Aldwin Rahadian di depan Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Selasa 14 November 2017.

Menurut Aldwin, selama proses persidangan, Majelis Hakim hanya memdengarkan ahli pidana yang konsentrasinya di perdata.

"Saya doakan mereka tidak di laknatullah, Hakim mengesampingkan dan tidak mendengarkan fakta persidangan sama sekali, kami telah berkomitmen menegakkan keadilan," ucapnya.

Menurutnya, energi pendukung Buni Yani semakin besar hal tersebut memperlihatkan bahwa begitu kuatnya dukungan terhadap mantan Dosen asal Depok ini.

"Semakin dizalimi, kekuatan semakin besar, dan akan ada konsolidasi umat," bebernya.


(ALB)