Rumah Jompo di Sukabumi Rusak Tertimbun Tanah Longsor

Benny Bastiandi    •    Minggu, 12 Nov 2017 15:51 WIB
longsor
Rumah Jompo di Sukabumi Rusak Tertimbun Tanah Longsor
ilustrasi Metrotvnews.com

Sukabumi: Sebuah rumah yang dihuni perempuan jompo di Kampung Kuta Tengah RT 11/04 Desa Kutasirna Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak berat setelah tertimbun tanah longsor saat hujan hujan deras, Sabtu 11 November 2017. Peristiwa itu menambah daftar panjang kejadian bencana di wilayah terluas se-Jawa dan Bali tersebut.

"Dari hasil laporan, rumah itu milik ibu Dedeh yang dihuni satu jiwa. Tanah longsor dari jalan desa itu menimpa rumah hingga mengakibatkan kamar tidur rusak berat dan satu kamar lainnya rusak ringan," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan, kepada Media Indonesia, Minggu 12 November 2017. 

Tak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. Hanya saja saat ini penghuninya diungsikan sementara ke tempat lebih aman untuk menghindari korban jiwa, mengingat saat ini kondisi rumah dalam keadaan terancam.

Jalan desa yang longsor hingga materialnya menimpa rumah ibu Dedeh panjangnya enam meter dan tinggi empat meter. Hasil penghitungan, lanjut dia, taksiran kerugian akibat bencana itu sekitar Rp25 juta. Eka mengaku sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintah kecamatan maupun desa setempat. 

"Saat ini intensitas curah hujan memang relatif meningkat. Kondisi itu tentunya berdampak terhadap meningkatnya potensi kebencanaan," tuturnya.

Pemkab Sukabumi sudah menetapkan status siaga tanah longsor dan banjir bersamaan meningkatknya intensitas curah hujan saat ini. Penetapan status itu berlaku sejak 31 Oktober hingga 31 Desember. "SK penetapannya sudah ditandatangani pak bupati," tegasnya.

Sebelumnya pada Kamis (9/11) siang hingga malam, sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Sukabumi diterjang berbagai bencana saat hujan deras dengan intensitas tinggi. Sebanyak 68 bangunan rumah terdampak akibat bencana tersebut dan satu orang meninggal akibat terbawa hanyut aliran sungai.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, tujuh kecamatan yang diterjang bencana itu yakni Caringin, Cibadak, Kabandungan, Parakansalak, Cisaat, Cicurug, dan Simpenan. Di Kecamatan Caringin bencana angin kencang menerjang Kampung Pasir Angin Desa Mekarjaya. Sebanyak 21 unit rumah terdampak bencana tersebut. Rinciannya, sebanyak 1 rumah rusak berat dan 21 rumah rusak ringan. Di Kecamatan Cibadak, angin kencang menerjang enam unit rumah di Kampung Ciheulang Kaler Desa Ciheulang Girang. 

Rinciannya satu unit rusak berat, dua rusak sedang, dan tiga rusak ringan. Sedangkan di Kampung Karanghilir Desa Karangtengah angin kencang disertai tanah longsor mengancam satu unit rumah. Di Kecamatan Kabandungan terjadi pergerakan tanah di Kampung Cipicung Desa Cianaga. Satu rumah yang dihuni lima orang rusak ringan. 

Sementara di Kampung Ciaul Desa Mekarjaya terjadi tanah longsor. Satu rumah rusak berat. Bencana lainnya terjadi di Kampung Parigi Desa Sukatani Kecamatan Parakansalak. Angin kencang menerjang satu unit rumah yang kondisinya rusak ringan. Angin kencang juga terjadi di

Kampung Padamelang Desa Padaasih Kecamatan Cisaat. Pohon tumbang akibat kencang menimpa satu rumah. Kondisi rumah yang dihuni lima jiwa itu rusak ringan. Sementara di Kampung Sindangpalay Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug, seorang anak terbawa hanyut aliran sungai. 


(ALB)