Bocah Tidur saat Mengemis tak Bisa Diperiksa di RSUD Arjawinangun Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Senin, 31 Oct 2016 16:04 WIB
sosial
Bocah Tidur saat Mengemis tak Bisa Diperiksa di RSUD Arjawinangun Cirebon
Sultan, bocah yang dibawa pengemis ke Cirebon, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, belum dapat memeriksa kesehatan bocah yang dibawa mengemis di Pasar Jungjung. Alasannya, rumah sakit memerlukan surat keterangan dari Dinas Sosial setempat.

Demikian disampaikan Syaiful Arief dari Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis di Cirebon, Senin 31 Oktober. Lantaran itu, Syarief membawa bocah bernama Sultan itu ke Yayasan Rumah Aman Wadah Kreatif Cirebon.

"Tadinya kami mau memeriksakan kondisi kesehatan Sultan. Namun pihak rumah sakit mengaku tidak bisa," kata Syaiful.

Semula Syaiful hendak memeriksakan dugaan yang menyebutkan Sultan dicekoki obat tidur saat dibawa mengemis di Pasar Jungjung. Lantaran rumah sakit menolak, Syaiful tidak bisa memastikan dugaan tersebut.

"Jadi sore ini, kami menitipkan Sultan ke Yayasan Rumah Aman Wadah Kreatif Cirebon. Karena di sana memang tempat untuk anak-anak," lanjut Syaiful.

Tadi pagi, Syaiful dan aparat pemerintah desa mendapat laporan soal pengemis mencurigakan di Pasar Jungjang. Laporan menyebutkan pengemis bernama Rasjan membawa seorang bocah saat mengemis.

Saat mengemis, Rasjan memberikan botol dot berisi minuman pada bocah diperkirakan berusia empat tahun tersebut. Setelah minum, bocah itu tidur.

Semula Rasjan mengaku bocah itu anaknya. Namun setelah ditanya lebih lanjut, Rasjan mengaku bocah bernama Sultan itu bukan putranya.



(RRN)