Gempa dan Tsunami di Palu

IPB Akan Bantu Mahasiswa Pulang ke Palu

Rizky Dewantara    •    Jumat, 05 Oct 2018 20:03 WIB
Gempa Donggala
IPB Akan Bantu Mahasiswa Pulang ke Palu
Suasana di depan Masjid Raya Baiturrahim Kota Palu di hari pertama Salat Jumat setelah gempa dan tsunami mengguncang, Jumat, 5 Oktober 2018, Medcom.id - Surya Perkasa

Bogor: Mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, tengah didata. Mereka akan mendapat bantuan untuk pulang ke Sulteng agar dapat mengecek kondisi keluarga masing-masing.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan melakukan upaya jangka pendek, menengah, dan panjang. Upaya itu sebagai bentuk solidaritas IPB pada mahasiswa yang keluarganya menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Sulteng pada Jumat, 28 September 2018.

"Mereka bisa pulang sementara dengan penerbangan komersil atau kerja sama dengan TNI Angkatan Udara," ujar Arif melalui sambungan telepon dengan Medcom.id, Jumat, 5 Oktober 2018.

IPB juga akan memberikan beasiswa pada mahasiswa yang terkena musibah. IPB mengutamakan bantuan itu untuk mahasiswa asal Palu, Donggala, dan Sigi. Sebab tiga wilayah itu paling parah terkena dampak bencana.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Drajat Martianto mengatakan, Menristekdikti sudah memberikan komitmen untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari Palu, Donggala dan Sigi. IPB juga akan membantu menelusuri keluarga mahasiswa yang menjadi korban bencana alam itu untuk kemudian mendapatkan beasasiswa.

"Beasiswa apa, prosesnya bagaimana, syaratnya bagaimana, IPB akan bantu tindak lanjuti," kata dia kepada medcom.id, Jumat, 5 Oktober 2018.

Dalam jangka panjang, lanjut dia, IPB akan ikut berperan dalam mitigasi bencana hingga recovery, menghidupkan dan mengembangkan potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Palu, Donggala dan Sigi pasca gempa.

"Melalui Pusat Studi Bencana dan pusat-pusat studi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk membantu merevitalisasi pertanian, perikanan dan peternakan di Palu, Donggala dan Sigi. IPB akan fokus pada tahap kedua yakni pada community development," ujarnya.

Masih kata dia, saat ini, IPB juga mendorong penggalangan dana dan mencoba mengirimkan bantuan kepada korban bencana. Selain itu, IPB juga berupaya mengajak seluruh perguruan tinggi untuk bersinergi membantu masyarakat di lokasi bencana.

"IPB siap menerima mahasiswa Universitas Tadulako yang terkena dampak gempa untuk mengikuti pendidikan di IPB melalui skema credit earning secara gratis (bebas UKT) untuk program studi yang relevan. Mekanisme mengenai ini akan dibicarakan dengan pihak Universitas Tadulako," tuntas dia. 


(RRN)