Empat Pengeroyok Haringga Divonis Bersalah

P Aditya Prakasa    •    Selasa, 06 Nov 2018 14:09 WIB
kerusuhanliga 2 indonesiaAnarkisme Suporter
Empat Pengeroyok Haringga Divonis Bersalah
Terdakwa pengeroyok Haringga Sirla menjalani sidang putusan di ruang sidang anak, Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 6 November 2018. Medcom.id/P. Aditya Prakasa

Bandung: Empat terdakwa pengeroyokan dan penganiayaan hingga tewas Haringga Sirla divonis penjara. NSF, 16, satu terdakwa lainnya dinyatakan bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.

Pembacaan vonis ini dibagi dua sesi. Sesi pertama membacakan vonis tiga pelaku anak SH, AR, dan TD yang digelar tertutup. Kemudian sesi kedua untuk terdakwa NSF dan AF.

Dalam sidang yang terbuka untuk umum, hakim tunggal Suwanto menyatakan pelaku anak NSF tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pengeroyokan sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum.

"Membebaskan pelaku anak satu (NSF) dari segala dakwaan dan tuntutan," kata Hakim tunggal Suwanto membacakan putusan di ruang anak Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa, 6 November 2018.

Hakim memerintahkan agar nama baik, hak serta martabat NSF dikembalikan dan dibersihkan dari segala tuntutan hukum. Atas putusan tersebut, NSF dan kuasa hukumnya langsung menerima. Sementara tim JPU Kejari Bandung langsung mengajukan kasasi.

Baca: Pengeroyok Haringga Dituntut 4 Tahun Penjara

Untuk terdakwa anak AF, dinyatakan hakim terbukti bersalah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban sebagaimana dakwaan kedua, yakni Pasal 170 KUHP.

"Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara," kata dia.

Sementara itu tiga terdakwa anak SH, AR, dan TD, divonis dengan hukuman tiga sampai empat tahun hukuman penjara. Ketiganya terbukti bersalah melanggar Pasal 170 KUHP juncto Pasal 55 ayat (2) ke-3 KUHP juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak sebagaimana dakwaan kedua.

"Menjatuhkan hukuman terhadap anak satu (SH) hukuman empat tahun penjara, anak dua (Ar) hukuman empat tahun, dan anak tiga (TD) hukuman tiga tahun enam bulan penjara," kata Suwanto.

Baca: Pengeroyok Haringga Divonis 3,5 Tahun


Majelis menyebut perbuatan anak meresahkan masyarakat, memperburuk citra suporter sepak bola, dan menimbulkan kesedihan serta duka mendalam bagi keluarga korban sebagai hal yang memberatkan hukuman.

Sementara untuk yang meringankan, anak belum pernah dihukum, berlaku sopan selama persidangan, berjanji tidak akan mengulangi, masih muda, dan belum pernah dihukum.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan lima tahun untuk anak SH dan AR, serta tuntutan empat tahun untuk anak TD dari JPU Kejari Bandung. Pihak tervonis mengambil sikap pikir-pikir.

Belasan pelaku pengeroyokan dan penganiayaan hingga tewas Haringga Sirla disidang. Haringga, salah seorang suporter Persija, tewas usai laga Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, 23 September 2018 .
 


(SUR)