4 Tahun Berpraktik Pungli, 3 Preman Pasar di Bogor Diringkus

Mulvi Muhammad Noor    •    Selasa, 01 Nov 2016 20:15 WIB
pungutan liar
4 Tahun Berpraktik Pungli, 3 Preman Pasar di Bogor Diringkus
?Kapolresta Bogor Kota, AKBP Suyudi Ario Seto, menunjukan barang bukti dugaan pungli bongkar muat barang di pasar, Selasa 1 November. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota meringkus tiga preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap aktivitas bongkar muat barang di sebuah pasar di Kota Bogor, Jawa Barat. Polisi mendapati sejumlah barang bukti berupa karcis, uang tunai, dan satu bilah celurit. 

Tiga pelaku yakni YS, 39, PD, 30, dan ESH, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin 31 Oktober. Hasil pemeriksaan sementara, ketiga pelaku mengaku sudah memungut uang bongkar muat barang di pasar selama empat tahun. 

"Mereka ditangkap di sebuah pasar yang masih masuk wilayah hukum kami. Kami juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp535 ribu dan sejumlah karcis," ujar Kapolresta Bogor Kota, AKBP Suyudi Ario Seto, di markasnya, Selasa sore (1/11/2016). 

YS dan PD bertugas di lapangan mengutip "uang retribusi" dan menyetorkannya ke ESH sebagai koordinator lapangan. Setiap harinya YS dan PD dijatahi 40 hingga 50 karcis bongkar muat dengan nominal Rp25 ribu. Namun, mereka hanya menyetorkan uang retribusi ke ESH Rp250 ribu per hari. 

Suyudi menjelaskan polisi masih mendalami dugaan pungli ini dengan mencari jaringan dan oknum-oknumnya. Termasuk aliran dana sisa yang tidak disetorkan, yang besarannya bisa mencapai Rp750 ribu per hari. 

"Untuk sementara yang sudah masuk ke tahap penyidikan yakni kepemilikan senjata tajam dengan tersangka YS, ancamannya 12 tahun penjara," kata dia. 

Pada kesempatan tersebut, Suyudi tidak menunjukan barang bukti karcis retribusi bongkar muat barang. Belum diketahui apakah karcis yang disita ilegal atau legal dan dikeluarkan oleh dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. 

Tarif retribusi bongkar muat di Kota Bogor diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2008 tentang Retribusi bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Besarannya, Rp4.000 hingga Rp7.000.



(UWA)