Rutan Cilodong Klaim tak Ada Fasilitas Mewah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 25 Jul 2018 18:00 WIB
sidak lapas
Rutan Cilodong Klaim tak Ada Fasilitas Mewah
Suasana dalam Rutan Cilodong, Depok. (Foto: Octavianus DS)

Depok: Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Cilodong Kota Depok, Sohibur Rahman memastikan tidak ada fasilitas mewah di dalam sel narapidana. Pasalnya segala fasilitas seperti kipas angin, televisi, dan dispenser air tidak berada di dalam sel. 

"TV kita berikan di area publik yang ditonton oleh dua blok, tiap blok lantai ada karena dalam payung hukum itu bisa, Televisi sebagai sarana hiburan tapi bukan diletakkan di kamar. Ini yang menjadi benang merah semua," kata Sohibur ditemui di Rutan Kelas II B, Cilodong Kota Depok Rabu 25 Juli 2018.

Sohibur menjelaskan, sebelum kejadian operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, mengklaim telah rutin menggelar razia kamar rutan. 

"Secara keseharian, kami sudah melaksanakan langkah persuasif dengan penggeledahan secara insidentil yang dilakukan kapan saja, dan rutin dilakukan sebulan empat kali bisa siang, pagi atau malam," bebernya.

Dia mengungkap, kondisi rutan yang dikelolanya berlebihan kapasitas. Rutan seluas 24 hektare itu, dihuni kurang lebih 1.184 orang yang seharusnya hanya 1.130 orang. Rutan dibagi menjadi tiga blok, setiap blok diisi sekitar 300 warga binaan. 

"Ada blok A,B, dan C luas kamarnya beda-beda ada yang kecil dan besar. Paling besar diisi 200 orang tapi ini kita akui memang kurang nyaman," urainya.


Suasana dalam Rutan Cilodong, Depok. (Foto: Octavianus DS)

Sohibur mengungkap, mengelola penjara tidak bisa terlalu lunak. Tapi harus tetap memikirkan kenyamanan warga binaan. Dia menuturkan, di dalam rutan terdapat kantin yang didesain mirip dengan kafe. 

"Ini sebagai sarana kebutuhan mereka. Ketika kenyamanan ada pada mereka, yakin akan aman. Ini wujud memanusiakan mereka," ujarnya. 

Pantauan Medcom.id, Rutan Cilodong dibagi menjadi tiga blok. Setiap blok, terdiri dari beberapa kamar dengan ukuran bervariasi. Kamar berukuran kecil, diisi enam hingga sembilan orang. Sedangkan kamar berukuran besar, dihuni hingga 200 orang. 

"Kamar besar itu bagian barak. Sebetulnya barak itu tidak layak sebagai area tempat tidur. Namun karena hunian kita banyak, ya apa boleh buat kita sebar," paparnya. 

Sementara itu, televisi, dispenser air, dan kipas angin, diletakan di ruang tengah setiap blok. Semakin melangkah ke dalam rutan, keadaan semakin pengap dan panas. 

"Jadi satu TV ditonton ramai-ramai. Kita pasang kipas juga biar enggak terlalu panas. Tapi bisa dilihat, kami tidak memberikan fasilitas ini di dalam kamar. Semua di ruangan publik, sesuai dengan aturan," bebernya.


Salah satu fasilitas rutan yang berada di ruang tengah blok sel. (Foto: Octavianus DS)

Sementara itu, untuk penjagaan, pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan Polisi. Saat ini, hanya ada 93 petugas penjaga rutan. Selain itu, pun disiagakan tiga ekor anjing jenis pitbull dan doberman untuk penjagaan karena keterbatasan personel. 

"Mereka kita bagi tugas, ada yang di pelayanan administrasi dan keamanan. Untuk keaman dibagi lagi menjadi empat shift isinya 13 orang (per shift)," ungkapnya.


(LDS)