Jenazah Aiptu Dodon Disambut Tangis Dua Anaknya

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 28 Aug 2018 16:08 WIB
penembakan polisi
Jenazah Aiptu Dodon Disambut Tangis Dua Anaknya
Alia, 8, putri pertama Aiptu Dodon Kusdianto, anggota Patroli Jalan Raya Polda Jawa Barat yang ditembak di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, sekitar pukul 21.30 WIB, Jumat, 25 Agustus 2018. Medcom.id/ Ahmad Rofahan.

Cirebon: Jenazah Aiptu Dodon Kusdianto, korban penembakan di Jalan Tol Kanci-Pejagan tiba di rumah duka di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Jenazah tiba sekira pukul 14.00 WIB dengan mobil ambulance Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan pengawalan petugas kepolisian.

Jenazah langsung disambut tangis oleh keluarga, terlebih kedua anak korban yang baru beranjak besar. Ketika peti jenazah diturunkan, putri pertama Dodon, bernama Alia, 8, langsung menangis dan memanggil ayahnya berkali-kali.

"Ayah.... ayah... ayah...," teriak Alia sambil menangis di rumah duka, Selasa, 28 Agustus 2018.

Air mata Alia terlihat mengalir deras membasahi pipi. Ia juga sesekali mengusap air mata menggunakan kerudungnya.

Untuk menenangkan Alia, salah satu anggota keluarganya terus memeluknya. Namun, melihat Alia yang terus menangis, membuat ibu berkerudung biru itupun ikut menangis.

Anak terkecil Dodon, Andrian, 3, juga menangis histeris. Ia langsung dibawa oleh keluarganya untuk ditenangkan. Andrian menangis histeris saat melihat ambulance yang membawa jenazah ayahnya tiba. 

"Ayah....," teriak Andrian sambil menangis.

Andrian dan Alia kehilangan ayah mereka, Aiptu Dodon Kusdianto. Sang ayah menjadi korban penembakan di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, sekitar pukul 21.30 WIB, Jumat, 25 Agustus 2018. 

Dua anggota Patroli Jalan Raya Polda Jawa Barat ditembak sekelompok orang tak dikenal. Aiptu Dodon Kusdianto meninggal saat mendapat perawatan di RS Polri Kramatjati. Sementara Aiptu Widi Harjana masih dirawat.


(DEN)