Penyebab Udara Jabar Dingin

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 10 Jul 2018 14:24 WIB
cuaca ekstrem
Penyebab Udara Jabar Dingin
Pengendara melintasi jalan yang berkabut di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu, 4 Februari 2018. Antara/Raisan Al Farisi

Depok: Suhu udara di wilayah Jawa Barat terutama, terutama di bagian selatan dan Kota Bandung, terasa jauh lebih dingin. Suhu beberapa daerah di Jawa Barat bahkan bisa mencapai belasan derajat celcius.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem ini akan berlangsung sepanjang Juli 2018.

"Ini disebabkan, karena telah memasuki musim kemarau kejadian ini rutin terjadi tiap musim kemarau (Juni-September)," ungkap Kepala BMKG Jabar Tony Wijaya kepada Medcom.id, Selasa 10 Juli 2018.

Musim kemarau menyebabkan kelembapan udara rendah. Suhu udaranya akan terasa dingin pada malam hari, sedangkan pada siang hari terasa panas. Langit cenderung akan cerah dengan sedikit awan.

"Hal ini disebabkan adanya angin pasat tenggara yang bertiup dari benua Australia yang membawa udara yang kering dan dingin," paparnya.

Baca: Suhu di Jabar Diprediksi Capai 18 Derajat Celcius

Pantauan BMKG Bandung pada minggu pertama Juli 2018, tercatat suhu udara minimum saat Dini Hari mencapai 16 derajat celcius. Kelembaban udara minimum 38 persen

Sedangkan suhu udara maksimum saat siang hari mencapai 30 derajat celcius. "Pada Periode musim kemarau karakteristik udaranya adalah dingin kering, sehingga perlu untuk tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh," paparnya.

Sementara itu, dari monitoring pola angin, saat ini terjadi Badai "Maria" di utara Philipina, berdampak ke kondisi angin yang melewati Jawa Barat relatif kencang dengan kecepatan antara 10-20 kilometer per jam.

"Prakiraan tinggi gelombang laut maksimum, di perairan sebelah selatan Jawa Barat hari ini dan esok yaitu 2-3 meter. Perlu antisipasi dan kewaspadaan," pungkas dia.

Baca: Petani Kentang Merugi Akibat Embun Beku Dieng


(SUR)