Kehadiran Syeikh Al-Azhar di KTT Cendekiawan Muslim di Bogor Bermakna Penting

Rizky Dewantara    •    Senin, 30 Apr 2018 11:49 WIB
konferensi ulama
Kehadiran Syeikh Al-Azhar di KTT Cendekiawan Muslim di Bogor Bermakna Penting
Grand Sheikh Al Azhar, Mesir, Ahmed Muhammed Ahmed Eltayyeb, Ant

Bogor: Kehadiran Grand Syeikh Al-Azhar Ahmed Mohamed Ahmed Altayeb bermakna penting dalam acara Forum Konsultasi Tingkat Tinggi Cendekiawan Muslim se-Dunia atau High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyyat Islam (HLC-WMS). Acara tersebut berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, mulai 1 hingga 3 Mei 2018.

Tokoh Muslim Indonesia Din Syamsuddin mengatakan Syeikh Al-Azhar akan menjadi pembicara kunci dalam kegiatan tersebut. Din merupakan utusan khusus Presiden RI Joko Widodo yang menyerahkan langsung undangan kepada Syeikh Al-Azhar untuk menghadiri kegiatan itu.

“Imam Besar Syaikh Thoyyib diundang untuk menghadiri acara HLC tersebut, karena tema besarnya sesuai dengan nilai-nilai penting dalam manhaj Al-Azhar, Wasatiyat Islam,” ujar Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 30 April 2018.

Bagi Indonesia, kata Din, kehadiran Syeikh Al-Azhar bermakna penting. Perhatian Syeikh Al-Azhar cukup besar pada Indonesia.

Masih kata dia, HLC-WMS akan membahas mengenai Wasatiyyat Islam, mulai dari tataran konsepsi, implementasinya dari masa ke masa sejak zaman Nabi Muhammad, pengalaman Indonesia mengimplementasikan Wasatiyyat Islam, serta tantangan dan peluang Wastiyyat Islam dalam peradaban global.
 
Din Syamsuddin menambahkan, sebelum pelaksanaan HLC-WMS, diadakan empat kali halaqah mengenai Islam Wasatiyah dengan mengundang para pakar. Kemudian, dilanjutkan dengan dua kali symposium di Surakarta dan Jakarta untuk mempersiapkan buku mengenai Islam Wasatiyah yang akan dibahas dalam HLC-WMS.

Menurut dia, buku tersebut disusun oleh steering Committee yang diketuai oleh Azyumardi Azra dibantu oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Di dalam buku dibahas mengenai konsepsi Islam wastiyah, implementasinya dari masa ke masa sejak zaman Nabi Muhammad, pengalaman Indonesia mengimplementasikan Islam Wasatiyah, serta tantangan dan peluang Islam Wastiyah dalam peradaban global.
 
“HLC-WMS akan melahirkan Bogor Message, dokumen penting yang bisa menjadi acuan umat manusia dalam mengembangkan peradaban melalui prinsip jalan tengah,” jelas Din Syamsuddin.

Meski demikian, sambung dia, kehadiran para ulama dan tokoh cendikiawan dunia dalam forum HLC-WMS juga dapat menjadi peluang mempromosikan konsep Wastiyyat Islam yang berkembang di Indonesia. Dirinya optimis konsep Islam Wasatiyah ala Indonesia dapat menjadi model di dunia untuk menyelesaikan permasalahan global.

Baca: Ulama Dunia akan Berkumpul dalam KTT di Bogor

Lanjut Din, dalam buku yang akan dibedah dalam HLC-WMSada beberapa tawaran yang disodorkan oleh Indonesia. Pertama, mengenai konsepsi Islam Wasatiyah. Selama ini, beberapa negara lain seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Malaysia juga memiliki gerakan Islam Wasatiyah. Tetapi, ada perspektif lain yang ditawarkan oleh Indonesia.

"Kedua, pengalaman Indonesia menerapkan Islam Wasatiyah memberikan tawaran mengenai fungsi agama. “Di Indonesia, peran organisasi masyarakat sipil kalangan Islam menempatkan agama berfungsi sebagai sarana teologi pembebasan dari kelaparan dan ketakutan," pungkasnya.

Lihat video:
 


(RRN)