Warga Desak Anggota Geng Motor Pembunuh MR dan V Dihukum Mati

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 08 Sep 2016 16:07 WIB
pembunuhan
Warga Desak Anggota Geng Motor Pembunuh MR dan V Dihukum Mati
Warga Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, berunjuk rasa di depan Markas Polresta Cirebon (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Puluhan orang dari Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, berunjuk rasa di depan Markas Polresta Cirebon, Kamis 8 September. Mereka mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan dua orang oleh belasan anggota geng motor.

Aksi didominasi ibu-ibu rumah tetangga yang tak lain adalah tetangga V, 16, korban perkosaan dan pembunuhan geng motor. Mereka mendesak penyidik menjerat pasal berlapis terhadap pelaku sehingga dapat dihukum seberat-beratnya.

"Jatuhi hukuman paling berat pada para pelaku. Tembak mati geng motor (pelaku)," teriak pengunjuk rasa di depan Markas Polresta Cirebon, Jawa Barat, Kamis (8/9/2016).

Jafaruddin, warga Kesenden sekaligus anggota DPRD, mengaku prihatin dengan kondisi saat ini. Menurut dia, warga Kota Cirebon khawatir setelah mendengar aksi geng motor dengan modus kecelakaan lalu lintas itu. Apalagi, tiga pelaku utama masih buron.

"Kapan kasus ini bisa terselesaikan? Apalagi tiga pelaku lainnya masih belum ditangkap," kata Jafaruddin.

Warga mengaku tidak puas dengan kinerja kepolisian. Mereka menilai penanganan kasus ini lambat.

"Kami datang ke sini untuk menanyakan sejauh mana penindakan dan pengusutan kasus ini. kalau tidak segera diselesaikan, kami akan datangi lagi Polresta dengan jumlah yang lebih banyak," ujar dia.

Sementara itu, Satimah, 60, nenek V, yang ikut dalam aksi meminta penegak hukum menjatuhkan hukuman mati pada para pelaku. Ia meminta polisi tak ragu lagi untuk menindak aksi geng motor yang meresahkan warga dengan menembak di tempat.

"Hukum mati saja dan jangan takut tembak di tempat agar Cirebon menjadi aman," kata Satimah.


(TTD)