Saksi: Pintu Pesawat Tidak Bisa Dibuka

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 30 Aug 2016 14:45 WIB
pesawat jatuh
Saksi: Pintu Pesawat Tidak Bisa Dibuka
Bangkai pesawat terbalik di areal persawahan di Cirebon, Jawa Barat, setelah mati mesin pada ketinggian 1.000 kaki, Selasa (30/8/2016). (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Udin, 50, warga Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, sempat tidak berani mendekat, begitu melihat pesawat jatuh di dekat gubuk tempatnya berteduh. Udin khawatir pesawat meledak.

“Saya takut pesawatnya meledak, jadi tadinya enggak berani mendekat,” ujar Udin, di lokasi kejadian, Selasa (30/8/2016).

Namun, Udin akhirnya membernaikan diri, saat mendengar teriakan minta tolong dari orang yang terperangkap di pesawat. Udin menceritakan, posisi pesawat saat itu terbalik dengan salah satu pintunya tidak bisa dibuka.

“Awalnya, saya coba buka pintu sebelah kanan, tapi tidak bisa. Akhirnya saya buka satunya lagi,” kata Udin.

Baca: Pesawat Terbalik di Areal Persawahan Cirebon

Selain Udin, sejumlah petani lainnya yang sedang berada di sawah juga langsung bergegas menolong. Udin menuturkan, kondisi kedua korban tidak mengalami luka parah. Bahkan, bisa berjalan seperti biasa.

“Kalau yang saya lihat, cuma luka ringan. Hanya lecet-lecet saja,” ujar Udin.



Pesawat latih milik Angkas Aviation Academy, jatuh di pesawahan setelah mengalami mati mesin saat berada di ketinggian 1.000 kaki. 

Baca: Mesin Pesawat Cessna 172 Mati sebelum Jatuh

Kepala Pos TNI AU Penggung Cirebon Kapten Marno memastikan pesawat latih Cessna 172 itu dalam kondisi layak terbang. "Sebelum terbang sudah kami cek. Kondisinya bagus dan normal," kata Kapten Marno.

Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Penggung, Kota Cirebon, pukul 08.30 WIB. Namun, pesawat hilang kontak dengan petugas Air Traffic Control (ATC) pukul 09.02 WIB.


(SAN)