Beda Harapan Petani dan Tengkulak Ihwal Impor Garam

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 25 Jul 2017 17:39 WIB
harga garam
Beda Harapan Petani dan Tengkulak Ihwal Impor Garam
Aktivitas pengangkutan garam hasil petani di Cirebon, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menggodok rencana pemberian izin impor garam. Rencana itu, dianggap petani tidak menguntungkan. Sementara tengkulak berpendapat impor bisa mencukupi kebutuhan.

Junasih, salah satu petani garam desa Pengarengan, kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berharap pemerintah tidak merealisasikan impor. Dia khawatir harga garam bakal anjlok. "Sekarang harganya lagi tinggi," katanya, Selasa, 25 Juli 2017.

Saat ini, harga jual garam dari petani ke tengkulak senilai Rp2.800 per kilogram. Angka itu lebih tinggi ketimbang pada 2015 yang cuma berkisar Rp400 per kilogram.

Pendapat berbeda dikemukakan oleh para tengkulak. Salah satunya, Dahrudin. Dia mendukung impor garam, asalkan harganya lebih murah dibandingkan harga lokal.

Dahrudin menuturkan, saat ini ia kesulitan memenuhi permintaan garam, karena minimnya hasil garam di Cirebon. "Impor diharapkan memenuhi kebutuhan. Asalkan harganya tidak mahal," katanya.

Hal serupa disampaikan Mamun. Ia mengaku kesulitan untuk mendapatkan garam. Dari 20 petani garam yang biasa menjual garam padanya, saat ini hanya sekitar dua petani yang berhasil panen. Itu pun dengan hasil yang sangat minim.

Soal izin impor garam, Menteri KP Susi Pudjiastuti akan kembali memberikan rekomendasi pada PT Garam (persero). Cuma, dia masih menunggu Kementerian Perdagangan mengubah kode Harmonized System (HS) antara garam konsumsi dan garam industri.


(SAN)