ITB Dianggap Mampu Kembangkan Sistem Kereta Berbasis Teknologi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 16 Nov 2017 16:05 WIB
transportasi
ITB Dianggap Mampu Kembangkan Sistem Kereta Berbasis Teknologi
Suasana di sekitar lokasi pembangunan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa 14 November 2017, Ant - Rivan Awal Lingga

Bandung: PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menggelontorkan dana besar untuk sistem transportasi kereta api berbasis teknologi. MRT menilai sumber daya manusia (SDM) di Institut Teknologi Bandung (ITB) berpotensi memenuhi sistem tersebut.

Direktur Utama PT MRT Wiliam Sabandar menegaskan mengatakan ITB memiliki pusat penelitian dan pengembangan teknologi kereta api. Ia berharap ITB mampu memenuhi pengembangan tersebut.

Adaoun pengembangan itu berupa model sistem persignalan modern dengan sistem moving blok yaitu comunication base train control.

"Sistem ini bisa digunakan di Indonesia, ITB sudah memiliki tempat (laboratorium) nya, besok akan ada workshop seperti sistem Signaling yang ditindaklanjuti dengan research bersama, sehingga diharapkan kedepannya mampu menjadi sebuah pengembangan perkeretaapian," bebernya.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyambut baik nota kesepakatan terkait tehnologi baru yang diusung oleh PT MRT ini. Menurutnya, ada delapan fakultas di ITB yang disiapkan guna mendukung program kemajuan kereta api.

"Tentunya, dengan adanya MRT ini nantinya akan sangat membutuhkan banyak SDM yang mendukung baik operasional maupun maintanence (kereta api) nantinya, oleh karena itu kami pun akan membina sumber daya yang ada," pungkasnya.

Selanjutnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, selama ini teknologi modern hanya dikembangkan di luar negeri salah satunya Jepang. Ia pun berharap pengembangan teknologi juga dilakukan di Indonesia.

"Nantinya, tentu tidak hanya Jakarta saja yang akan menggunakan tehnologi ini, kota lain seperti Bandung dan Surabaya juga akan terkena imbas. Maka akan banyak SDM yang dibutuhkan," tandasnya.


(RRN)