Polri Jamin Keamanan Tokoh Agama

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 21 Feb 2018 16:34 WIB
penyerangan
Polri Jamin Keamanan Tokoh Agama
Wakapolri Komjen Syafruddin saat mengunjungi pondok pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Kabupaten Bandung: Polri berkomitmen menjaga dan melindungi tokoh agama menyusul sejumlah serangan terhadap tokoh dan rumah ibadah. Mereka juga berjanji mengungkap kasus penganiayaan terhadap ulama.

"Selain pengungkapannya (harus) cepat, selama kurang lebih lima jam, tapi pencegahan (juga) perlu. Sebab itu, saya mengimbau perlu ada peran masyarakat, aparat keamanan, dan media agar memberikan informasi cepat bila terjadi sesuatu yang mencurigakan di tempat ibadah," ungkap Wakapolri Komjen Syafruddin, Rabu, 21 Februari 2018.

Hal ini disampaikannya saat mengunjungi pondok pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pada kesempatan tersebut, hadir Ketua MUI Jabar, Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jabar Kiai Zulkarnain, serta sejumlah kiai sepuh di wilayah Kabupaten Bandung.

Menurutnya, penanggulangan kasus yang tengah marak ini perlu dukungan ulama dan tokoh-tokoh agama. "Ulama sangat penting dengan memberikan kontribusi agar tetap simultan dan komprehensif. Insyaalah, ini kejadian yang terakhir karena negara menjamin keamanan setiap warga negara," bebernya.

Polri telah melakukan berbagai langkah dalam menangani masalah ulama yang menjadi sasaran penganiayaan. Hal ini juga sudah mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Salah satunya dengan pembentukan satuan tugas khusus. Tim satgas akan membantu di Polda se-Indonesia.

"Jadi ini tidak berhenti sampai pelakunya atau orang gilanya saja, tidak hanya berhenti sampai orang gila. Namun, harus diinvestigasi sangat mendalam. Ini masih bisa diinvestigasi sampai ke orang di balik itu," tandasnya.

Sebelumnya, Kiai Umar Basrim, 60, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dianiaya oleh orang tidak dikenal di dalam masjid Al Hidayah, Kampung Santiong RT03/RW01, Desa Cicalengka. Penyerangan terjadi usai salat Subuh pada 27 Januari 2018.

Polisi langsung melakukan identifikasi. Penyelidikan dilakukan dan akhirnya menangkap seorang tersangka bernama Asep, 50, yang diketahui mengalami gangguan jiwa.

 


(SUR)