Emil Kutuk Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Roni Kurniawan    •    Kamis, 13 Apr 2017 16:48 WIB
novel baswedan
Emil Kutuk Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil angkat bicara terkait penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan beberapa hari lalu. Ridwan Kamil mengutuk keras atas insiden tersebut dan berharap petugas keamanan segera membekuk pelaku penyiraman

"Saya sampaikan rasa prihatin, atas nama warga Bandung kita mengutuk keras terjadinya kekerasan," kata pria yang akrab disapa Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis 13 April 2017.

Emil mengatakan, Kota Bandung tetap mendukung upaya KPK untuk menuntaskan berbagai kasus korupsi termasuk KTP-el yang merupakan tugas dari Novel Baswedan. Bahkan Emil secara tegas untuk tidak takut terhadap berbagai teror bagi para pejuang untuk memberantas korupsi.

"Mudah-mudahan kita nyatakan, kita tidak boleh takut ada teror-teror yang menekan mereka mereka yang memperjuangkan antikorupsi dalam jabatan apapun, dalam situasi apapun," tuturnya.

Disinggung mengenai pengawalan terhadap penyidik KPK, Emil mengaku hal tersebut bisa dilakukan tergantung situasi. Pasalnya ia membeberkan ancaman tersebut bisa terjadi diberbagai kesempatan.

"Saya kira itu setiap orang dan instansi punya analisa sendiri sendiri. Saya sendiri kan tidak pernah di kawal kawal, tau kan sendiri. Karena situasi menurut analisa tidak ada ancaman."

"Karena ancaman kan kaya pak Ahok sering di kawal, jadi itu dimaklumi saja walau pun tidak nyaman," pungkasnya.

Orang tak dikenal menyiram zat kimia ke muka Novel saat penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu pulang usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April. Ia menderita luka di bagian muka dan mata.

Novel sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga di Kelapa Gading, Jakarta Timur, dan di Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, keluarga memutuskan membawa Novel ke Singapura.

Teror terhadap Novel pada Selasa pagi bukan yang pertama. Ia pernah ditabrak mobil saat mengendarai sepeda motor menuju kantor KPK pada 2016, diproses hukum karena diduga menganiaya saat bertugas sebagai polisi di Bengkulu. Ia juga pernah diserang massa saat berusaha menangkap Amran Batalipu, terduga korupsi.


(ALB)