Bupati Akui Dua Kebijakan Mengatur Tata Ruang di Puncak Bogor

Rizky Dewantara    •    Jumat, 09 Feb 2018 16:18 WIB
tata kota
Bupati Akui Dua Kebijakan Mengatur Tata Ruang di Puncak Bogor
Wisatawan menyaksikan matahari terbenam di akhir tahun 2017 di Bukit Gantole, Puncak, Bogor, Minggu 31 Desember 2017, Ant - Yulius Satria Wijaya

Bogor: Ada dua kebijakan yang berhubungan dengan alih fungsi hutan di Kecamatan Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun Peraturan Pemerintah Kabupaten Bogor tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) di kawasan tersebut tak bertaring. Sebab, ada kebijakan lebih tinggi, yaitu Peraturan Presiden, yang khusus mengurusi Puncak.

Pada 4 Februari 2018, longsor terjadi di beberapa lokasi di Bogor. Satu di antaranya di kawasan Puncak. Kejadian itu mengakibatkan lalu lintas di Puncak lumpuh total.

Menurut Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar Dadan Ramdan, pembangunan di kawasan Puncak jadi penyebab banjir dan longsor. Pembangunan mengakibatkan penyerapan air di kawasan tersebut tak maksimal.

Idealnya sekitar 80 persen kawasan Puncak, Bogor, menjadi hutan lindung. Namun yang terjadi justru sebaliknya, 60 persen kawasan di Puncak adalah bangunan permanen yang tidak bisa menyerap air. 

Bupati Bogor Nurhayanti mengaku jumlah bangunan di kawasan Puncak cukup banyak. Ia menyebutkan bangunan terdiri dari 340 bangunan komersil pada 2015 lalu yang terdata. Bangunan terdiri dari vila, restoran, hotel, dan fasilitas wisata.

Nurhayanti menyebutkan dua aturan berkaitan dengan penataan di Cisarua. Pertama yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2008 tentang penataan ruang kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur). Peraturan itu bertujuan melindungi kelestarian lingkungan hidup.

"Puncak memang punya aturan khusus lewat perpres itu. Kebijakan kami hanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang pada akhirnya akan dikaji di tataran atas juga seperti provinsi dan pusat," ujar Nurhayanti di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 9 Februari 2018.

Nurhayanti mengatakan lokasi yang masuk dalam aturan khusus yaitu wilayah di Kabupaten Bogor, seperti Cisarua dan Megamendung. Wilayah itu berlokasi dekat dengan pegunungan. Lokasi itu juga menjadi jalur lalu lintas dari arah Bogor menuju Cianjur juga sebaliknya.

Setelah longsor, Nurhayanti mengaku banyak perhatian yang didapat Kabupaten Bogor. Sebab, kawasan Puncak di Bogor merupakan destinasi wisata sekaligus hutan lindung. Meski banyak aturan, Nurhayanti berkomitmen memulihkan kawasan Puncak sebagai destinasi wisata. 

Puncak menjadi salah satu tujuan warga Ibu Kota untuk berekreasi, utamanya saat akhir pekan. Kawasan Puncak berjarak 70 kilometer di selatan Jakarta. Sebagian besar wilayahnya masuk dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.

Kesejukan dan keindahan alam ditawarkan kepada pengunjung. Hamparan perkebunan teh yang dikelola PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas pun menjadi magnet yang menyegarkan pandangan.

Di daerah Puncak juga terdapat berbagai tempat wisata menarik di antaranya Taman Safari Indonesia, Taman Bunga Nusantara, Kebun Raya Cibodas, Telaga Warna, dan Taman Wisata Matahari. Sebuah masjid dengan arsitektur khas juga menjadi tujuan wisatawan yaitu Masjid Atta'awun.


(RRN)