Diduga Difteri, Dua Warga Cianjur Diisolasi

Benny Bastiandi    •    Selasa, 12 Dec 2017 20:14 WIB
klb difteri
Diduga Difteri, Dua Warga Cianjur Diisolasi
ilustrasi imunisasi difteri. Antara

Cianjur: Dua warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diisolasi di RSUD setempat sejak beberapa hari lalu. Kedua warga yang masing-masing tercatat dari Kecamatan Cikalongkulon dan Kecamatan Pacet itu diduga menderita gejala difteri.

"Sudah ditangani serius dan penangannya khusus," kata Direktur RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia, Selasa 12 Desember 2017.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur itu mengatakan, keduanya datang ke RSUD Cianjur beberapa hari lalu. Hasil pemeriksaan sementara, keduanya menunjukkan gejala seperti wabah difteri. Temuan itu menambah daftar panjang temuan kasus difteri di Kabupaten Cianjur. 

Hingga saat ini sudah ada beberapa pasien difteri yang ditangani di RSUD Cianjur. "Sebetulnya penanganan pasien difteri itu tak berlangsung lama. Biasanya setelah lima hari penanganan juga dinyatakan sembuh. Hanya saja tergantung daya tahan tubuh masing-masing pasien," ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, menyebutkan sebelumnya sudah ditemukan tiga kasus difteri di Kabupaten Cianjur dengan jumlah warga yang terpapar sebanyak 9 orang. Bahkan dua di antara warga itu meninggal dunia.

"Jika sekarang ditambah dua orang yang diduga terpapar difteri, maka selama tahun ini sudah ada 11 warga Cianjur yang jadi korban. Lokasi penyebarannya pun jadi di lima kecamatan," ujarnya.

Sebelumnya kasus difteri ditemukan terjadi di Kecamatan Cikadu, Kecamatan Cilaku, dan Kecamatan Cugenang. Paling banyak berasal dari Kecamatan Cikadu. Penderitanya masih satu keluarga. Dua orang di antaranya meninggal.

"Saat ini juga ada suspect difteri. Dari laporan yang kami terima usianya masih tujuh tahun warga Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur. "Anak itu masih diperiksa dokter. Melihat gejalanya kemungkinan difteri. Tapi dari laporan belum ditangani pihak rumah sakit," ujarnya.

Penularan difteri tergolong sangat cepat. Penularannya bisa melalui udara. Satu di antara upaya mencegah penyebaran difteri yakni dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. "Sekadar ngobrol saja bisa terpapar difteri.

Mulailah melaksanakan hidup sehat," pungkas Efa.



(ALB)