Jaringan Penadah Motor Curian dan Pemalsu STNK Ditangkap

Antonio    •    Minggu, 11 Mar 2018 11:28 WIB
pencurianpemalsuan dokumen
Jaringan Penadah Motor Curian dan Pemalsu STNK Ditangkap
Kapolsek Cikarang Kompol Puji Hardi (kanan berseragam) saat ungkap kasus penadahan sepeda motor curian dan pemalsuan di Polsek Cikarang, Sabtu, 10 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Antonio

Bekasi: Empat orang dari jaringan penadah motor curian dan pemalsu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ditangkap petugas Polsek Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Keempatnya berbagi tugas untuk memproses motor curian yang datang.

AR, MH dan TI bertindak sebagai penadah motor curian. Sementara AS berperan membuat STNK palsu.

Polisi mengamankan 475 lembar STNK, alat cetak, laptop, dua unit sepeda motor serta pipa pvc dan ampelas halus yang digunakan untuk menghapus data di STNK. Para pelaku memalsukan STNK supaya sepeda motor hasil curian bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Puji Hardi mengatakan, penangkapan ini pengembangan kasus pencurian sepeda bermotor dengan pelaku RC yang dicokok pada 27 Januari 2018.

"Ini berawal dari hasil curanmor, setelah dikembangkan, empat penadah ini ditangkap. Setelah dikembangkan kembali, didapatlah STNK palsu ini," kata dia di Bekasi, Sabtu 10 Maret 2018.

RC menjual enam motor yang dicurinya ke AR. Satu unit  lainnya dijual ke SL yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Kemudian, AR menjual satu unit ke MH, OC dan KT yang masih dalam pencarian pihak kepolisan. MH yang membeli dari AR kembali menjualnya ke RD.

Lalu, RD menjualnya ke BG (DPO) dengan dilengkapi STNK yang data-data, seperti nomor rangka dan nomor mesin, telah diubah AS dengan jasa sebesar Rp200 ribu.

STNK tersebut digunakan para pelaku supaya motor curian dijual dengan harga lebih tinggi. Untuk satu unit sepeda motor, bisa terjual dengan harga Rp4 juta sampai Rp8 juta tergantung jenis sepeda motor. "Jadi hasil dari pencurian dijual, dirubah dan jual lagi," ujarnya.

AR mengaku menghapus data di STNK menggunakan paralon dan ampelas. STNK didapatnya dari jaringan lain.

"Baru sebulan, STNK-nya ada yang nyediain sama bos saya," ucapnya.

Kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mencari tahu penyuplai STNK yang dipalsukan oleh para pelaku.

Pelaku diamankan di Polsek Cikarang. Tersangka AR, MH dan TI alias RD dikenakan Pasal 480 dan 481 KUHP dengan ancaman hukuman di atas sepuluh tahun penjara. Sementara, tersangka pemalsuan dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.


(SUR)