Penjagal Istri di Karawang Terancam Hukuman Mati

Cikwan Suwandi    •    Kamis, 14 Dec 2017 12:53 WIB
penemuan mayatmutilasi mayat
Penjagal Istri di Karawang Terancam Hukuman Mati
Pelaku pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran seorang wanita di Dusun Ciranggon, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat -- dok. Polda Jabar

Karawang: Muhammad Kholili,23, pelaku pembunuhan dan mutilasi istrinya sendiri Siti Saidah alias Nindy, 20, terancam hukuman mati. Dia ditangkap polisi ketika mengaku istrinya sempat mendatangi pelaku, setelah tiga hari pembunuhan terjadi.

Waka Polres Karawang, Kompol M Rano Hardianto mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan dan mutilasi tubuh perempuan bertato Stone Angels, berawal ketika Kholili mendatangi RSUD Selasa 12 Desember atau 4 hari setelah tubuh perempuan bertato ditemukan warga di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kamis 7 Desember.

"Pelaku mengaku jika tubuh perempuan tersebut merupakan istrinya. Kemudian kami minta keterangan," ucapnya.

Pelaku sempat berdalih, jika Siti Saidah menghilang begitu saja. Kemudian pelaku mengaku jika Saidah sempat datang kembali ke rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur pada Kamis 7 Desember. 

"Dari keterangan pelaku yang sempat didatangi korban pada Kamis ini membuat kami curiga. Karena dari hasil dokter RSUD dan Forensik tidak sesuai dengan keterangan pelaku, dengan hasil pemeriksaan kami kepada tubuh korban. Padahal hari Kamis itu, korban sudah meninggal selama 3 hari, tidak mungkin mendatangi pelaku," ucap Rano kepada wartawan dalam ekspose di Mapolres Karawang, Kamis 14 Desember.

Karena kecurigaan tersebut, kemudian pihak kepolisian meminta keterangan pelaku lebih dalam. Dan akhirnya pria yang berprofesi sebagai office boy (OB) di perusahaan swasta itu mengakui jika dirinya merupakan pembunuh istrinya.

"Setelah kita dalami dan banyak keterangan yang janggal. Dan kemudian kita tanyakan kembali, pelaku akhirnya mengakui jika dia yang membunuh istrinya tersebut," ucapnya.

Dari keterangan pelaku, pembunuhan terjadi lantaran pelaku kesal karena sang korban sering meminta mobil, namun pelaku tidak mampu mewujudkan keinginan korban. Kemudian ketika bertengkar, korban mengaku sering menghina ibu pelaku dengan mengatakan jika mertua korban tersebut tidak mampu mengurus anaknya.

"Karena sakit hati itu, maka pelaku kesal dan memukul bagian leher korban hingga tewas pada Minggu 3 Desember. Kemudian pelaku mengaku kalap melihat istrinya meninggal," ujarnya.

Keesokan harinya Senin 4 Desember, pelaku mulai berbelanja kebutuhan untuk menghilangkan jejak korban dengan membeli plastik hitam, bahan bakar dan golok. Kemudian melakukan mutilasi tubuh korban 3 bagian.

"Selasa 5 Desember membuang bagian kepala dan kaki yang dibungkus plastik hitam ke jurang Pegunungan Sanggabuana.

"Bagian tubuhnya masih disimpan di kontrakan pelaku. Lalu Rabu (6/12) pelaku membuang tubuh korban ke daerah Ciranggon dan membakarnya, yang kemudian ditemukan oleh warga," kata Waka Polres.

Rano melanjutkan, saat ini pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 338 KUHPidana Pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dengan ancaman mati atau seumur hidup. 



(ALB)