Bupati Karawang Berhasil Memulangkan Sarah

Cikwan Suwandi    •    Rabu, 24 Jan 2018 12:29 WIB
tki bermasalah
Bupati Karawang Berhasil Memulangkan Sarah
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana -- MI/Cikwan

Karawang: Kepala Sarah kerap tertunduk saat berada di ruang rapat Kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, pada Selasa, 23 Januari 2018. Ia duduk berdampingan dengan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang sabar mendengarkannya berkisah.

Sarah adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi. Kisah warga Kampung Langseb, Desa Kutaharja, Kecamatan Pedes, itu sempat viral karena tak mampu membayar biaya perawatan di Rumah Sakit Adwani di Taif, Arab Saudi. Ia dirawat karena menderita serangan jantung dan sempat koma.

Setelah 11 tahun bekerja di Arab Saudi, Sarah akhirnya bisa pulang ke tanah kelahirannya. Bupati Karawang harus bekerja keras untuk proses pemulangan Sarah.

"Saya menghubungi kedutaan di Arab Saudi saat kisahnya ramai dibicarakan di media sosial. Saya mendapat informasi untuk memulangkan Sarah dibutuhkan dana Rp180 juta, sebagian untuk membayar denda overstay," kata Cellica.

Karena tidak bisa menggunakan dana APBD, Cellica mengetuk hati para donatur. Hasilnya, terkumpul dana Rp60 juta dalam satu minggu. Dengan dana itulah Sarah bisa dipulangkan.

"Denda overstaynya sebesar Rp35 juta digratiskan oleh pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah," lanjut Cellica.

Setelah Sarah tiba di Karawang, Bupati menjanjikan memberi dana Rp10 juta. "Untuk memulai usaha, enggak usah bekerja ke luar lagi," pungkasnya.

Sebagai informasi, Sarah berangkat ke Arab Saudi pada 2006 melalui Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Safika Jaya Utama. Saat ini, PPTKIS tersebut sudah tidak beroperasi.

TKI yang sudah 11 tahun meninggalkan Tanah Air itu pertama kali bekerja di Taif, Arab Saudi. Baru satu tahun bekerja, Sarah memilih meninggalkan majikan karena tidak tahan mendapat perilaku kasar.

Ia memutuskan meminta pindah majikan. Namun, majikan pertamanya menahan semua dokumen Sarah, termasuk pasport. Sejak itu, Sarah bekerja serabutan dan tinggal bersama TKI lainnya di penampungan.


(NIN)