Wali Kota tak Membantah Bogor Disebut Kota Terburuk untuk Pengendara

Mulvi Muhammad Noor    •    Sabtu, 17 Sep 2016 12:22 WIB
lalu lintas
Wali Kota tak Membantah Bogor Disebut Kota Terburuk untuk Pengendara
Kemacetan di salah satu jalan di Kota Bogor, MTVN - Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Pengelola aplikasi navigasi Waze menobatkan Bogor, Jawa Barat, sebagai kota terburuk kedua di dunia bagi pengendara. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tak membantah lalu lintas di wilayahnya masih buruk.

Bima menanggapi hasil survei itu dengan positif. Ia mengaku tak menyangkap survei Waze, namun Bima menjadikan itu sebagai hal yang positif.

“Memang Bogor masih macet, di beberapa titik malah tambah macet,” kata Bima dalam Grup Whatsapp Info Pemkot, Jumat sore (16/9/2016).

Pemerintah Kota Bogor, kata Bima, tak tinggal diam. Pemkot berencana menyiapkan penanganan masalah untuk jangka pendek.


(Wali Kota Bogor dalam pameran foto jurnalistik di Mall Botani Square Bogor, Ant - Arif Firmansyah)


Misalnya menempatkan personel Dinas Perhubungan dan polisi untuk mengatur lalu lintas, menertibkan pedagang kaki lima, serta menata area parkir.

Untuk rencana penanganan jangka menengah, Bima mempercepat pembangunan jalan lingkar nasional, fly over Jalan Kebom Pedes-Ma Salmad.

“Senin akan kita bedah, kupas tuntas agar jelas persoalannya dimana dan langkah kita apa. Yang jelas survey itu jangan disangkal, harus kita jadikan bahan evaluasi untuk kerja lebih keras,” Kata Bima. 


Bukan yang Pertama Kali
Penilaian sebagai kota terburuk untuk pengendara bukan asing lagi bagi Bogor. Tahun lalu, Waze juga menempatkan Bogor sebagai salah satu kota yang tidak nyaman bagi pengendara. 

“Tahun lalu masih di bawah Bandung dan Denpasar. Tahun ini lebih buruk. Ini penting untuk kerja lebih keras lagi terutama reformasi angkutan kota,” kata Bima. 

Selain penilaian dari Waze, Kementerian Perhubungan juga pernah memberikan predikat Kota Bogor sebagai kota termacet di Indonesia pada 2014 lalu. Saat itu disebutkan laju kendaraan di rata-rata di Kota Bogor hanya 15,3 Kilometer perjam dengan rasio volume per kapastitas di angka 0,86. 

Kondisi tersebut menunjukan lalu lintas di Kota Bogor lebih buruk di banding kota-kota lainnya. Seperti DKI Jakarta, Bandung maupun Surabaya.

Baca: Bogor Kota Terburuk Kedua di Dunia versi Waze

Pengelola perangkat lunak aplikasi navigasi Waze merilis indeks tempat terbaik dan terburuk di dunia bagi pengendara. Dalam indeks itu disebutkan Bogor sebagai kota terburuk kedua di dunia untuk pengendara yang menggunakan Waze setelah Kota Cebu, Filipina.


(Indeks penilaian Waze untuk Bogor, Jawa Barat - foto: dok Waze)

Indeks dirilis di laman website resmi Waze dengan judul Waze Index Reveals Where in the World are the Best and Worst Places to be a Driver. 

Ini merupakan indeks tahunan kedua dengan mencantumkan enam indikator. Enam indikator itu yakni kepadatan dan keparahan lalu lintas, keselamatan perjalanan, kualitas dan infrastruktur jalan, kemudahan akses ke SPBU dan parkir, analisa dampak sosial ekonomi, dan perasaan pengguna Waze.  

Jalur Puncak menjadi salah satu kemacetan di wilayah Bogor. Jalur itu kerap dilintasi warga yang hendak berlibur akhir pekan atau pun libur hari raya menuju sejumlah kawasan wisata.

Berikut video suasana kemacetan di Bogor pada libur Idul Adha
 


(RRN)