Polda Jabar Periksa 15 Saksi Terkait Banjir Bandang di Garut

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 07 Oct 2016 15:11 WIB
banjir bandang garut
Polda Jabar Periksa 15 Saksi Terkait Banjir Bandang di Garut
Areal tanah yang longsor di kawasan hulu aliran sungai (DAS) Cimanuk di Cisurupan, Garut, Jabar, Sabtu (24/9/2016). Foto: Antara/Wahyu Putro A.

Metrotvnews.com, Bandung: Sebanyak 15 orang saksi diperiksa penyidik Polda Jabar terkait banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Tataruang Kabupaten Garut, Petugas Perum Perhutani dan pegawai Dinas perkebunan, serta pengelola tempat wisata di hulu sungai Cimanuk.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan atas dugaan adanya pelanggaran hukum akibat perusakan lingkungan di hulu Sungai Cimanuk. Perusakan itu diduga menjadi penyebab banjir bandang.

"Yang disidik itu, mengenai adanya tempat wisata di hulu sungai Cimanuk," ungkap Yusri kepada Metrotvnews.com, Jumat (7/10/2016).

Baca: Pencarian Dihentikan, Keluarga 19 Korban Hilang Banjir Garut Ikhlas

Yusri mengatakan, untuk mencari dugaan tindak pidana dalam kasus ini, pihaknya akan menggunakan Undang-undang lingkungan hidup sebagai acuan penyelidikan.

"Kita gunakan UU lingkungan hidup karena diduga adanya pelanggaran dengan pembuatan lokasi wisata di areal hulu cimanuk," kata dia.

Yusri menambahkan, pemeriksaan terhadap belasan saksi tersebut saat ini masih berlangsung. "ini masih ditangani oleh penyidik kita, jadi kita tunggu hasilnya saja," paparnya.

Banjir bandang menerjang Kabupaten Garut pada Selasa malam, 20 September. Banjir melanda tujuh kecamatan di Garut: Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang. Hingga akhir pencarian, 34 orang ditemukan meninggal. Sedangkan 19 orang dinyatakan hilang.

 


(AZF)