13 Wilayah di Jawa Barat Rawan Banjir

Roni Kurniawan    •    Rabu, 14 Nov 2018 14:23 WIB
bencana alam
13 Wilayah di Jawa Barat Rawan Banjir
epala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi sedang memaparkan potensi banjir di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018. Medcom.id/ Roni Kurniawan.

Bandung: Sebanyak 13 wilayah di Jawa Barat berpotensi terjadi banjir di musim penghujan saat ini. Bagian utara dan tengah merupakan wilayah Jabar berpotensi tinggi bencana banjir hingga di musim penghujan hingga Mei 2019 mendatang.

13 wilayah tersebut yakni Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung dan Kota Cimahi.

"Bagian utara dan tengah berpotensi tinggi banjir, seperti di Kabupaten Bandung yang sampai sekarang masih terjadi banjir sejak masuk musim hujan," kata Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018.

Dicky menuturkan, dalam dua pekan terakhir telah terjadi bencana banjir sebanyak 23 kejadian di tujuh kabupaten/kota dikarenakan intensitas hujan yang tinggi, yakni di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Bandung.

"Namun banjir-banjir di wilayah itu ada yang sedang dan tinggi, seperti di Kabupaten Bandung itu termasuk tinggi," jelas Dicky.

13 wilayah tersebut berpotensi banjir karena disebabkan beberapa hal di antaranya tidak begitu baik tata air seperti drainase, ketersediaan kolam retensi, dan tanggul sungai. 

"Kalau itu semua beres, maka banjir akan bisa terhindari. Tapi berdasarkan pantauan di lapangan, tata air itu belum begitu baik sehingga masih menimbulkan banjir," jelas Dicky.

Selain itu, banyaknya bangunan di daerah resapan air pun menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya banjir. Pasalnya tak sedikit kabupaten/kota mengeluarkan izin pembangunan di kawasan resapan seperti di bagian utara Jabar.

"Tata ruang dan tata bangunan juga termasuk penyebab terjadinya banjir. Jadi ini harus diselesaikan secara bersama, tidak hanya BPBD saja, karena tugas kami telah melakukan tugas pengurangan bencana sesuai SOP seperti sosialisasi dan patroli bencana," pungkas Dicky.


(DEN)