Zona Satu Waktu di Indonesia Akan Mendongkrak Perekonomian

P Aditya Prakasa    •    Minggu, 28 Oct 2018 14:42 WIB
perekonomian
Zona Satu Waktu di Indonesia Akan Mendongkrak Perekonomian
Indonesia Marketing Asosiation (IMA) sosialisasikan Indonesia menjadi zona satu waktu di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 28 Oktober 2018. Medcom.id/ P Aditya Prakasa.

Bandung: Indonesia Marketing Asosiation (IMA) telah melakukan kajian mengenai penerapan keuntungan satu zona waktu di Indonesia. Di antaranya untuk memajukan perekonomian negara dan menghilangkan ketimpangan antara Indonesia Barat dengan Timur.

Indonesia saat ini terbagi ke dalam tiga zona waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Ada berbagai keuntungan yang akan dirasakan jika Indonesia menerapkan satu zona waktu.

"IMA (Indonesia Marketing Asosiation) sudah melakukan kajian terhadap ini sejak 2005. Secara ekonomi akan menguntungkan. Tidak akan ada lagi gap (ketimpangan) antara wilayah barat dan timur. Seperti kita tahu, Indonesia Timur selalu ketinggalan dibandingkan Indonesia Barat," kata pakar pemasaran Hermawan Kartajaya usai Peringatan Soempah Pemoeda Indonesia 4.0 di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 28 Oktober 2018.

Sementara pakar sosial budaya Imam Prasodjo mengatakan, saat zona satu waktu berlaku, maka segala sesuatu akan berjalan di waktu yang sama. Jam kerja pun akan sama di antara seluruh wilayah.

Imam mencotohkan, pemerintah di seluruh daerah di Indonesia akan memiliki jam kerja yang sama. Sehingga, tidak ada pemerintah daerah yang bekerja lebih dulu atau belakangan dibanding daerah lain.

Dengan begitu, komunikasi antara pemerintah daerah pusat, dan berbagai institusi lainnya tidak akan terhalang jam kerja yang berbeda. Sebab, semuanya memiliki satu waktu kerja yang sama.

"Dengan satu waktu jendela kesempatan untuk berinteraksi menjadi 8 jam full, karena birokrasi ada pada saat jam kerja, tidak 24 jam," jelas Imam.

Sementara itu, pakar politik Muradi mengatakan, akan terjadi penguatan berbagai hal jika Indonesia memiliki satu zona waktu. Kemerataan berbagai hal antara Indonesia bagian barat, tengah, dan timur akan terjadi, mulai dari pemerintahan, sosial, politik, hingga keamanan nasional.

"Ini bukan sesuatu yang negatif karena ini justru mendorong banyak hal," ujar Muradi.

IMA sendiri bersama berbagai pihak yang mendukung penerapan satu zona waktu di Indonesia secara simbolis sudah menyerahkan rekomendasinya kepada Kantor Staf Presiden (KSP).

"Secara resmi dalam beberapa waktu ke depan kita akan menjadwal kembali untuk membahas bersama kajian ini," tutur perwakilan KSP Richard Erlangga.


(DEN)