Satu Peta, Referensi Utama Membangun Bangsa

Rizky Dewantara    •    Rabu, 17 Oct 2018 20:43 WIB
Kebijakan Satu Peta
Satu Peta, Referensi Utama Membangun Bangsa
Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanudin Zainal Abidin. Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Badan Informasi Geospasial (BIG) mengusung tema "Satu Peta, Kerja Kita, Prestasi Bangsa" dalam memperingati Hari Informasi Geospasial (HIG), Rabu, 17 Oktober 2018. HIG tahun ini dijadikan momentum percepatan implementasi Kebijakan Satu Peta (KSP).

BIG terus berbenah karena bertambah besar pada usia ke-49. BIG punya tugas besar mengimplementasikan Perpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP).
 
Kepala BIG Hasanudin Zainal Abidin menjelaskan, KSP sudah ada sejak zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Program ini dilanjutkan Presiden Joko Widodo untuk menciptakan satu standar, satu referensi, satu geodatabase, dan satu geoportal.

Kebijakan Satu Peta difungsikan jika suatu lahan yang telah dikeluarkan izin pengelolaannya, tidak bisa dikeluarkan pada bidang yang sama. Sebab, semuanya mengacu pada peta dasar yang sama.

"Artinya, hal ini dapat menghindari tumpang tindih penerbitan izin atas pengelolaan lahan," papar dia, di kantor BIG, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 17 Oktober 2018.

KSP atau one map policy ini tersaji dalam 85 peta tematik yang berisi informasi sesuai kegunaan masing-masing, seperti peta infrastruktur. Peta ini juga bisa mengetahui di mana jalur pipa gas, jalur kabel serat optik dan infrastruktur lain.

"Adanya KSP agar tidak ada lagi pembangunan infrastruktur yang berbenturan," akunya.

Satu Peta merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi VIII yang menjadi prioritas pemerintah. Kebijakan ini mengacu pada satu referensi utama untuk mempercepat pembangunan nasional.

"Setiap kementerian atau lembaga sebagai produsen melakukan pembangunannya sesuai keperluannya masing-masing," pungkasnya.


(SUR)