Longsor Intai Kota Depok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 28 Nov 2018 17:37 WIB
bencana longsorbencana banjir
Longsor Intai Kota Depok
ilustrasi Medcom.id

Depok: Hujan deras disertai angin kencang, diprediksi akan merundung wilayah Jabar hingga akhir Desember 2018. Seluruh daerah bersiap siaga mengantisipasi terjadinya bencana longsor dan banjir, salah satunya di Kota Depok.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Citra Indah Yulianti menuturkan untuk titik longsor di wilayah Depok meningkat.

"Ada 15 titik rawan longsor, yang tersebar di empat kelurahan yaitu Cipayung, Ratu Jaya, Rangkapan Jaya dan paling banyak di Pondok Petir," ucap Citra saat dihubungi Medcom.id, Rabu 28 November 2018.

Menurutnya, pergeseran tanah tersebut terjadi karena kerapuhan dari tanah dan warga banyak menutup saluran air. "Kalau saluran air ditutup, maka ketika turun hujan air akan mengalir ke mana-mana sehingga mempercepat terjadinya tanah longsor," ucapnya.

Citra menuturkan, untuk menanggulangi masalah longsor pihaknya menyiagakan ratusan personel yang tergabung dalam satuan tugas sumber daya air (Satgas SDA). Mereka secara rutin melakukan revitalisasi saluran air di permukiman warga.

"130 orang kita siagakan mereka memonitoring setiap kejadian bencana baik banjir maupun longsor. Selain itu, kita aktif juga dalam pengerukan sungai," bebernya.

Sementara itu, Kasi perlindungan korban bencana alam dan sosial Dinas Sosial Kota Depok Kiki menjelaskan pihaknya juga telah menyiapkan personel Tagana dari setiap wilayah Kecamatan di Kota Depok untuk melakukan pemantauan kondisi cuaca.

"Anggota Tagana ini, berasal dari berbagai Kecamatan. Mereka akan melaporkan setiap kondisi cuaca dan kejadian bencana melalui group Whatssap. Ini bentuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana," jelasnya.

Kiki menerangkan, secara tupoksi dinas sosial dalam penanggulangan bencana adalah menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan dan menyediakan dapur umum.

"Selain itu juga kami menyediakan perahu dayung yang kondisinya baik dan tenda bagi pengungsi, namun, ini akan kita berikan ketika setelah ada asessment dari Tagana yang menyatakan memang dibutuhkan karena kondisi darurat," tandasnya.

Kiki menegaskan, berdasarkan pantauan pihaknya ada beberapa lokasi yang menjadi langganan banjir seperti perumahan bukit cengkeh cimanggis, dan kelurahan pasir putih Kecamatan Sawangan.

"Sedangkan untuk rawan longsor, sering kali ditemukan di sepanjang bantaran kali ciliwung yang meliputi kelurahan pndok cina dan kemiri muka di Kecamatan Beji serta kelurahan Pasir Gunung Selatan , kecamatan Cimanggis Depok. Oleh sebab itu, kita tengah merancang piket rutin Tagana untuk memantau kemungkinan terjadinya bencana di wilayah tersebut ," pungkasnya. 


(ALB)