Pengedar 103 Kg Ganja di Tangsel Dituntut Hukuman Mati

Farhan Dwitama    •    Kamis, 03 Jan 2019 19:22 WIB
narkobahukuman mati
Pengedar 103 Kg Ganja di Tangsel Dituntut Hukuman Mati
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Tangerang: Gunawan alias Batak,53, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan hukuman mati karena dinilai terbukti menerima 103 kilogram ganja asal Aceh. Dia menyatakan keberatan dengan tuntutan dan

“Keberatan yang mulia, iya saya keberatan,” kata terdakwa perkara peredaran narkotika, Gunawan dalam sidang pembacaan tuntutan JPU Kejari Tangsel yang digelar di Pengadilan Negeri, Kamis 3 Desember 2019.

Jaksa Sobrani Binzar dan Muhamad Fadli. menyatakan Gunawan alias Batak terbukti sebagai pelaku penerima, pengedar 103 kilogram ganja asal Aceh. Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Sobrani Binzar, Gunawan alias Batak adalah residivis kasus serupa yang telah divonis 4 tahun masa kurungan pada tahun 2012 silam.

Terungkapnya kasus penyeludupan itu, lanjut JPU, bermula dari pengiriman paket mencurigakan melalui kantor Pos dari Aceh menuju Ciputat, kota Tangerang Selatan, pada Juli 2018.

Sesampainya di tempat terdakwa yang beralamat di jalan Menjangan, kelurahan Pondok Ranji Ciputat, Tangerang Selatan, petugas dari Badan narkotika Nasional RI menciduk pelaku, berikut barang bukti 104 kardus berisi ganja.

“Terdakwa Gunawan alias Batak, adalah tersangka penerima yang tertera dalam alamat yang dituju dalam 7 paket pos berisi 104 bungkus ganja yang dibungkus lakban dalam bentuk bata dengan berat total 103.644,3 gram (103 kg) asal Aceh ,” kata Sobrani.

Terdakwa Gunawan alias Batak, lanjut JPU, adalah orang yang berperan menerima paket berisi narkotika jenis ganja dari seorang pengirim asal Aceh.

“Terdakwa Gunawan alias Batak, mengakui kalau dirinya diperintah seorang bernama Pak Cik, untuk menyimpan, mengedarkan paket yang dikirim Pak Cik dari Aceh,” terangnya.

Penuntut menyatakan terdakwa Gunawan alias Batak melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

“Memerhatikan itu, kami menuntut terdakwa Gunawan alias Batak, dengan menjatuhi Pidana mati,” kata Binzar.

Hal-hal yang memberatkan tuntutan ke terdakwa yakni merugikan negara dan generasi penerus bangsa, terdakwa juga merupakan residivis dalam perkara serupa yang sedang menjalani masa tahanan. “Sementara hal-hal yang meringankan tidak ada,” cetus Binzar.

Ketua Majelis Hakim Lebanus Sinurat setelah mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU menanyakan kepada terdakwa atas tuntutan JPU. “Bagaimana saudara terdakwa apakah keberatan atau menerima, keberatan tertulis atau lisan,” tanya Lebanus kepada Gunawan.

“Keberatan yang mulia, iya saya keberatan,” jawab Gunawan.

Hakim menunda sidang untuk dilanjutkan kembali pada Kamis 10 Januari 2019 pekan mendatang. Gunawa akan membacakan pledoi.

 


(SUR)