Warga Enggan Jual Tanah untuk Tol Cijago Sesi II

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 02 Nov 2018 14:17 WIB
infrastrukturjalan tol
Warga Enggan Jual Tanah untuk Tol Cijago Sesi II
Lahan yang masuk rencana pembangunan masih ditempati warga Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya dan Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Depok: Pemerintah merencanakan pembangunan Tol Cinere Jagorawi Sesi II melintasi Kecamatan Beji dan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Namun, sejumlah lahan milik warga terdampak pembangunan tol belum dibebaskan.

Untung, 73, salah satu warga yang memilih tetap bertahan di tengah pengerjaan jalur tol. Dia beralasan nilai lahan dan bangunan (appraisal) yang dibayarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum sesuai.

"Yang mereka berikan itu, nilai appraisal 2015, yang besarannya antara Rp9-10 juta per meter," ucap Untung ke Medcom.id, Kamis, 1 November 2018.

Belasan warga yang bertahan menyebut nilai lahan dan bangunan tiap tahunnya terus naik. Nilai tanah di Depok disebutnya naik 30 persen tiap tahun berdasarkan appraisal.

"Apraisal minta BPN menghitung ulang untuk harga lahan kami, melihat ini sudah tahun 2018," bebernya.

Aturan mengenai taksiran besaran harga lahan sudah ditetapkan pemerintah. BPN bersikeras menerapkan aturan lama.

"Akhirnya memang dikonsinyasi. Tetap saja yang diterapkan nilai appraisal 2015 bukan 2018, ya kami menolak," paparnya.

Pantauan Medcom.id, lahan itu berlokasi di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya dan Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji. Sementara di sisi kiri dan kanan lahan, terdapat aktivitas pengerjaan proyek pembangunan jalan tol.

Lahan yang belum dibebaskan tersebut memiliki luas satu hektare. Sebanyak 14 kepala keluarga bertempat tinggal di lahan itu.

Proyek Tol Cijago sepanjang 14,7 kilometer terbagi ke dalam tiga seksi. Seksi I Jagorawi-Raya Bogor sepanjang 3,7 kilometer telah beroperasi sejak 2012.

Seksi II terbagi ke dalam dua seksi, yaitu Seksi 2a Margonda-Cisalak sepanjang 3,5 kilometer dan Seksi 2b Kukusan-Margonda sepanjang 2 kilometer.

Berdasarkan data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), pekerjaan konstruksi Seksi 2A telah mencapai 90,32 persen. Sementara Seksi 2B sudah mencapai 95,75 persen.

Seksi 3 Kukusan-Cinere sepanjang 5,5 kilometer saat ini sedang masuk tahap pembebasan lahan. Kebutuhan lahan untuk seksi ini seluas 44 hektare.

Pembangunan jalan tol dikerjakan dimiliki PT Translingkar Kita Jaya yang membutuhkan investasi Rp2,62 triliun. Senilai Rp1,11 triliun digunakan untuk konstruksi dan Rp930 miliar untuk pembebasan lahan.


(SUR)