Pemilihan Gubernur Jawa Barat

Emil Tekan Gas, Dedi Injak Rem

Reza Sunarya    •    Sabtu, 18 Mar 2017 09:50 WIB
pilkada 2018
Emil Tekan Gas, Dedi Injak Rem
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kiri). Foto: Antara/Fahrul Jayadiputra

Metrotvnews.com, Purwakarta: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa disapa Kang Dedi sampai saat ini belum memutuskan kesiapan untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

"Kalau kata orang Sunda, kudu ngukur awak sakujur (melihat keseluruhan dari diri sendiri)," kata Dedi yang juga menjabat Bupati Purwakarta di hadapan kepala desa se-Kabupaten Purwakarta, kemarin.

Menurut dia, elite harus memahami keragaman kultur dan latar belakang publik di Jabar. Penyebabnya, Jabar sudah menjadi provinsi yang penuh dengan keanekaragaman.

"Masyarakat Jabar itu beraneka ragam. Ada Sunda Banten, ada Sunda Priangan, Jawa Cirebonan, Jawa Indramayuan, Jawa Panturaan. Sebagai orang desa, saya harus mengukur diri dulu," katanya.

Kemampuan personal elite, menurut Dedi, harus mampu melahirkan solusi bagi kompleksitas problematika dan latar belakang warga. Pengetahuan terhadap aspek itu, sambung dia, menjadi bekal dalam melakukan pergerakan politik.

"Bisa atau tidak, saya larut, manunggal dengan mereka," katanya.
 

Kalau kata orang Sunda, kudu ngukur awak sakujur
- Dedi Mulyadi


Di sisi lain, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau kang Emil justru terus membangun komunikasi politik dengan seluruh partai menghadapi Pilgub Jabar. Partai NasDem bahkan berencana mendeklarasikan dukungan terhadap emil, hari ini. Parpol lain pun mendukung walaupun masih sebatas lisan.

"Iya dalam perbincangan belum tentu dengan riilnya. Dukungan hari ini banyak, tapi real-nya belum. Semua fifty-fifty. Hanya Partai NasDem yang paling cepat," kata Emil.

Deddy membidik

Nama lain yang banyak disebut berpotensi maju dalam pilgub ialah Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Deddy telah menyatakan kesiapan untuk terjun dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Jabar.


Deddy Mizwar (kiri). Foto: Antara

Untuk mendapat dukungan nyata, dirinya harus terus melakukan komunikasi politik dengan partai. Meski belum mendapat dukungan pasti dari partai, dia merasa biasa-biasa saja.

"Enggak perlu tegang. Siapa gubernur Jawa Barat 2018 sudah ditentukan Tuhan."

Pada 2018, ratusan daerah menggelar pilkada. Sebanyak 17 provinsi menggelar pilkada, termasuk Jabar, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

DPW Partai NasDem Jawa Tengah sedang menimang calon Gubernur Jawa Tengah baru yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018.

"Kami sedang menimbang dan menimang calon baru untuk pilgub mendatang, tapi itu semua akan didasarkan pada hasil survei," kata Ketua DPW Partai NasDem Jateng Setyo Maharso.

Dia menjelaskan calon gubernur Jateng haruslah figur yang dapat diterima rakyat dan dapat membangun Jateng yang lebih baik.

Dana pilkada

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, segera mencairkan dana Pilkada Kota Madiun 2018 untuk 2017.

"Besaran dana mencapai Rp1,589 miliar segera dicairkan dalam beberapa bulan ini," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Madiun Rusdiyato.

Menurut dia, pihak Pemkot Madiun dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun telah membahas anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan Pilkada 2018.

Sementara itu , secara total, anggaran untuk pilkada mencapai lebih dari Rp13 miliar. Pencairannya dilakukan dua kali, yakni pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp1,5 miliar dan sisanya pada tahun anggaran 2018.

 


(UWA)