Aliran Air PDAM Kabupaten Tangerang Surut

Hendrik Simorangkir    •    Senin, 13 Aug 2018 18:22 WIB
kemarau dan kekeringan
Aliran Air PDAM Kabupaten Tangerang Surut
Pegawai perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, melaksanakan salat Istisqo untuk meminta hujan, Medcom.id - Hendrik

Tangerang: Musim kemarau berdampak pada volume air Sungai Cisadane dan Cidurian menyusut. Padahal, air dari dua sungai itu merupakan sumber baku instalasi pengolahan air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur PDAM TKR Kabupaten Tangerang Rusdy Machmud mengatakan musim kemarau mengakibatkan pelayanan air ke pelanggan surut. Sebab, kuantias dan kualitas produksi air merosot.

"Sebelum musim kemarau, air dari Sungai Cidurian tidak dapat lagi diolah menjadi air minum karena kondisi air baku yang tercemar limbah industri," kata Rusdy di Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018.

Namun, PDAM terus berusaha memproduksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Caranya, berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSCCC) untuk pengadaan air. 

"Kami mengupayakan pembuatan sumur dalam yang dibantu konsultan untuk mencari alternatif sumber air baku," lanjut Rusdy.

Sementara di Kota Tangerang, Wali Kota Arief R Wismansyah menanggapi fenomena kekeringan sebagai kehendak alam. Namun ia akan segera menanggulangi fenomena kekeringan tersebut secepatnya.

"Hingga saat ini belum ada laporan kekeringan. Namun, kita tetap bermunajat kita harap Kota Tangerang diturunkan hujan. Saya juga harap masyarakat menggunakan air se-efesien mungkin," jelas Arief.

Arief menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memfasilitasi warganya yang kekeringan. Fenomena alam yang sudah terjadi di Tangerang pada awal bulan Agustus itu, cukup meresahkan warganya.

"Sudah hampir seminggu ini air di rumah keruh dan kuning, kekeringan banget. Terus airnya juga keluarnya kecil banget," kata Mita seorang warga Perum III, Kota Tangerang. 


(RRN)