Satpol PP Tertibkan 67 Kios Jelang Pembangunan Terminal Terpadu Depok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 04 Aug 2018 11:47 WIB
transportasi
Satpol PP Tertibkan 67 Kios Jelang Pembangunan Terminal Terpadu Depok
Satpol PP Kota Depok dan Polisi lakukan penertiban Humanis di Terminal Kota Depok, Jawa Barat, Jumat, 3 Agustus 2018. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno.

Depok: Pemerintah Kota Depok melakukan penertiban pedagang di sekitar terminal Depok untuk mempersiapkan pembangunan Metro Stater Depok.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum, Pengamanan dan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Kusumo mengatakan, ada sekitar 67 kios pedagang yang berdiri di terminal terpadu Depok.

"Penertiban ini dilakukan secara damai, harmonis dan humanis dengan mengedepankan sisi kemanusiaan. Sebagian, sudah mengosongkan barang-barangnya dari kios," kata Kusumo saat ditemui di Terminal Terpadu Depok, Jalan Margonda Jumat, 3 Agustus 2018.

Kusumo menjelaskan, pihaknya memberikan tenggat waktu hingga Minggu, 5 Agustus 2018 kepada para pedagang untuk mengosongkan lokasi. Terminal tersebut rencananya hendak dibangun proyek Metro Stater.

"Kalau belum ada yang bongkar maka kami akan bantu (membongkar), terakhir hari Minggu harus sudah selesai semuanya," jelas Kusumo.

Kusumo mengucapkan terimakasih kepada para pedagang yang ikhlas merelakan kiosnya untuk pembangunan terminal modern tersebut.

"Untuk pedagang di sini kami meminta maaf karena ini pemerintah mau membuat lahan ini untuk lebih baik kedepan, dan para pedagang  juga mudah-mudahan mereka mendapat tempat yang lebih baik lagi nanti," ungkap Kusumo.

Kusumo menerangkan, perintah Kota Depok tidak memberikan lahan relokasi bagi para pedagang tersebut, sehingga dirinya menyarankan pedagang untuk berjualan di beberapa pasar tradisional. 

"Karena tidak ada space atau lahan lain kami mohon maaf, disarankan para pedagang bisa berjualan di pasar seperti Pasar agung itu masih kosong, memang jauh dari sini. Pasar kemiri pun juga banyak yang kosong, Pasar cisalak juga bisa. Ini memungkinkan untuk dagang dan usaha tidak menutup rejeki mereka, saya yakin lah akan lebih baik," tandas Kusumo.

Pantauan Medcom.id di lokasi, para pedagang sibuk mengeluarkan barang dagangan dari dalam kios. Mereka menyimpan barang dagangan sementara di depan kios dan bersiap membawanya keluar dari area terminal.

Namun beberapa pedagang masih terlihat bingung, mencari lokasi baru untuk meneruskan usahanya.

"Saya akan membongkar sendiri nanti, tapi saya hanya meminta penggantian lahan sedikit untuk biaya anak saya sekolah, sekarang belum tahu mau kemana," kata Nurhayati, 48, seorang pedagang makanan yang mengaku telah tiga tahun berdagang di Terminal Terpadu Depok.

Pembangunan Metro Stater akan dilaksanakan pada Senin, 6 Agustus 2018 pihak swasta pengembang proyek yang bekerja sama dengan Pemkot Depok yaitu PT Andhika Investa meminta untuk mengosongkan Terminal Terpadu Depok demi kelancaran pembangunan.

Rencananya, Terminal modern bernilai Rp1,3 trilyun tersebut pembangunannya memakan waktu kurang lebih satu tahun.


(DEN)