Warga Depok Diingatkan soal Sanksi Buang Sampah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 25 May 2018 17:35 WIB
lingkungan
Warga Depok Diingatkan soal Sanksi Buang Sampah
Seorang pekerja mengolah sampah di sebuah UPS di Depok, Jumat 25 Mei 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyay mengingatkan warga tak sembarangan membuang sampah. Sanksi membuang sampah sembarangan didasarkan pada Perda Kota Depok Nomor 16 tahun 2012 dan Nomor 5 Tahun 2004, yaitu penjara maksimal tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp25 juta.

Sanksi itu, lanjut Iyey, tak melihat jumlah sampah. Banyak atau sedikitnya sampah yang dibuang, pelaku tetap disanksi.

"Meskipun buang sampah satu plastik kecil doang tetap kita tangkap, jadi semuanya," ungkap Iyay, Jumat 25 Mei 2018.

Iyay menuturkan, pemkot juga membentuk tim Buser Kebersihan yang telah dibentuk sejak dua tahun lalu. Tim tersebut, beranggotakan Tim DLHK yang bertugas mengawasi dan menindak setiap pelanggar yang membuang sampah sembarangan.

"Tim Buser kita bikin, untuk menangkap pembuang sampah sembarangan. Mereka berpatroli dan melakukan penindakan," bebernya.

Dirinya menambahkan, tahun 2017 lalu Tim Buser berhasil mengamankan kurang lebih ratusan pelanggar, yang membuang sampah sembarangan.

"Alhamdulilah ada 100 orang, yang ditindak melakukan pidana ringan (buang sampah sembarangan)," katanya.

Iyay menerangkan, dalam sepak terjangnya tim Buser berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, terutama dalam hal memberikan tindakan kepada para pelanggar lingkungan.

"Kalau yang ketangkap diproses di Pengadilan Negeri Depok. Jadi pas tertangkap diambil KTP nya, kita kasih semacam surat tilang. itu baru bisa diambil di Pengadilan," tandasnya.

Selanjutnya, mengenai pupuk organik yang bisa ditukarkan dengan sampah organik milik warga, iyay menegaskan Unit pengelolaan sampah (UPS) yang mampu mengolah sampah menjadi satu hingga dua ton pupuk.

menurutnya, ada kurang lebih 30 UPS tersebar di 11 Wilayah Kecamatan Kota Depok. Warga dengan mudah mampu, menukarkan sampah di rumahnya dengan pupuk organik.

"Kualitas pupuk organik juga lebih bagus, sudah pernah kita cek di laboratorium," pungkasnya.


(RRN)