Biarpet Hantui Perbatasan

Gana Buana    •    Senin, 26 Nov 2018 09:31 WIB
pemadaman listrikpln
Biarpet Hantui Perbatasan
ilustrasi Medcom.id

Bekasi: Warga di wilayah perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bekasi tengah dihinggapi keresahan lantaran kerap menjadi incaran pemadaman listrik oleh kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) area setempat. Bahkan, dalam satu pekan area tersebut bisa kebagian lebih dari satu kali giliran pemadaman listrik.

"Terlalu sering mati lampu," keluh Riyanih, warga Cluster Bekasi Pertama Residence, Jalan Gondang, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Ia menjelaskan, rumah orangtuanya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari rumahnya tetapi berada di tengah kota , amat jarang mendapat giliran pemadaman listrik. Namun, di rumahnya, sejak awal November sering terjadi pemadaman listrik. Lama pemadaman listrik pun bisa lebih dari tiga jam.

Kekesalannya makin menjadi karena pemadaman listrik tidak pernah didahului dengan pemberitahuan. Tidak hanya itu, saluran telepon untuk menerima aduan pelanggan PLN pun kerap sibuk.

"Apa karena kita ini warga perbatasan? Ya janganlah kita dijadikan korban sebab tarif listrik yang kita bayarkan pada negara pun dipatok sama. Kami bukan penerima listrik subsidi," tegas dia.

Kerugian akibat pemadaman listrik pun dialami Jona, pengusaha tanaman hidroponik di Jalan Gondang, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. Akibat seringnya pemadaman listrik yang terjadi di rumahnya, ia sempat hampir gagal panen.

"Kayak mati lampu yang terakhir, hampir mati bibit kangkung saya yang sedang disemai. Itu membuat saya harus siaga di samping bibit untuk disirami terus," jelas dia.

Jona menjelaskan, media tanam hidroponik memang harus teraliri air selama 24 jam. Jika tidak, risiko gagal panen pun di depan mata.

"Ampun deh, memang daerah sini terlalu sering kebagian pemadaman listrik. Terakhir Jumat 23 November  lalu," tandas dia.

Pilih-pilih area

Saat dihubungi, Manajer Jaringan PLN Area Bekasi, Yudho Rahadianto, menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, saat ini area Bekasi belum termasuk wilayah bebas pemadaman listrik di Wilayah Jawa Barat. Bahkan, dengan menjadi salah satu area dengan penjualan listrik teratas di Jawa Barat, kuota pemadaman listrik berkala di Bekasi cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan area lain.

"Untuk menjadi area bebas pemadaman listrik, kami belum bisa sebab masih ada jatah kuota pemadaman listrik," jelas dia.

Yudho menambahkan, pihaknya tidak tebang pilih terhadap area yang menjadi target pemadaman listrik. Namun, sebagai bahan pertimbangan sebelum memadamkan listrik, statistik tangga penjualan area bisa menjadi tolak ukur rencana pemadaman.

"Tidak mungkin kalau kawasan industri jadi target pemadaman atau area yang padat permukiman jadi target. Jadi, kebanyakan kami alihkan ke area yang jarang penduduknya," tandas dia. (Media Indonesia)


(ALB)