97 Persen ASN di Bandung Masuk Kantor di Dua Hari Ramadan

Roni Kurniawan    •    Jumat, 18 May 2018 20:22 WIB
Ramadan 2018
97 Persen ASN di Bandung Masuk Kantor di Dua Hari Ramadan
Ilustrasi pegawai negeri sipil ikut apel, Ant

Bandung: Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada dua hari awal bulan ramadan 1439 H mencapai 97 persen atau sekitar 15.520 orang per hari. Data ini merupakan hasil rekapitulasi Sistem Informasi Administrasi Presensi (SIAP) dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung. 

"Kesimpulannya ASN Pemkot Bandung taat aturan, kehadiran di hari pertama dan kedua bulan ramadan ini sangat baik," ujar Plt. BKPP Kota Bandung, Atet Dedi Hadiman saat dihubungi awak media, Jumat 18 Mei 2018. 

Atet mengatakan, ada sekitar sekitar tiga persen atau 480 ASN Pemkot Bandung yang tidak hadir dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung. 

"Kami masih merekapitulasi alasan-alasan mengapa (ASN) yang tiga pereen ini tidak hadir. Mungkin ada yang cuti hamil, sakit, atau alasan lainnya,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Atet, para ASN harus memenuhi kewajiban untuk hadir pada pukul 08.00 WIB setiap harinya. Hal itu sesuai surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 336 tahun 2018 tentang jam kerja ASN, TNI, dan Polri pada bulan Ramadhan 1439 H. 

"Alhamdulillah sudah sesuai dengan surat edaran dari Menpan RB. Mudah-mudahan para ASN mematuhi aturan jam pulang kerjanya yakni pukul 15.00 WIB," tuturnya.

Atet pun mengingatkan, kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bandung untuk memperhatikan dan mematuhi peraturan tersebut. Apalagi di Kota Bandung tetap menerapkan sistem dalam mengukur kinerja ASN meski di bulan ramadan. 

"Di bulan suci penuh berkah ini alangkah lebih baik kalau ASN di meningkatkan produktivitas kinerja, bukan malah sebaliknya. Karena dalam ajaran Islam, bekerja itu ibadah. Di bulan ramadan ini pahala ibadah akan dilipatgandakan. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan," pungkasnya.


(RRN)