Manajemen Apartemen Minta Prostitusi Daring Diberantas

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 23 Aug 2018 19:32 WIB
prostitusi online
Manajemen Apartemen Minta Prostitusi Daring Diberantas
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Depok: Dua kali Polisi mengungkap kasus prostitusi berbasi daring (online) di sebuah apartemen megah yang berlokasi di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat. Pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pengelola apartemen tersebut.

Kepolisian menyebut pihak manajemen apartemen Margonda Residence sudah kooperatif. Mereka bahkan berharap polisi memberangus prostitusi di apartemennya.

"Manajer utamanya menyuruh untuk menghantam saja. Intinya pemilik apartemennya sudah siap dan kooperatif. (Manajemen) sudah angkat tangan soal ini," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kota Depok Kompol Bintoro saat ditemui di ruangannya, Mapolresta Depok, Kamis 23 Agustus 2018.

Petugas mengungkap kasus prostitusi yang dilakukan oleh sejumlah PSK pada Selasa 14 Agustus 2018. Sejumlah pekerja seks komersial diamankan yaitu SG, 20, AD, 19, FO, 19, dan DP, 22.

Mereka mengaku menjaring lelaki hidung belang melalui aplikasi online WeChat.

Baca: Polresta Depok Bongkar Praktik Prostitusi di Apartemen

Selang sepekan, tepatnya pada sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa, 21 Agustus, petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok dan Polsek Beji menggelandang tiga orang tersangka yang diduga melakukan praktek prostitusi online anak di bawah umur. Pelaku berinisial TM, R dan IS ditangkap di apartemen yang sama.

Ketiga pelaku mengaku sudah bisnis berahi selama satu tahun. "Walaupun terselubung tapi terlihat terstruktur," bebernya.

Tersangka membagi tugas dalam modus operandinya. Ada yang berperan transaksi dengan konsumen, kemudian lainnya mempersiapkan tempat (kamar) apartemen.

"Untuk menjaring konsumen mereka menggunakan aplikasi online (Beetalk). Akunnya juga dibuat dengan foto wanitanya (PSK). Setelah deal harganya dan si PSK mau, baru mereka bertemu di apartemen tersebut," tandasnya.

Baca: Polresta Depok akan Periksa Pengembang Apartemen Margonda Residence

Untuk satu kali transaksi itu senilai Rp900 ribu, PSK mendapat jatah bersih Rp350 ribu. Kamar apartemen disew Rp250 ribu dan sisa uang dibagi ketiga tersangka masing-masing Rp100 ribu.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 296 juncto 506 dengan tuduhan melakukan praktek prostitusi dengan peran sebagai mucikari. Mereka terancam dipenjara satu tahun empat bulan. Namun, hukuman mereka diperberat pasal perdagangan anak di bawah umur.


(SUR)