KPK Kembali Geledah Lapas Sukamiskin

P Aditya Prakasa    •    Rabu, 25 Jul 2018 15:19 WIB
ott kpksuap fasilitas lapas
KPK Kembali Geledah Lapas Sukamiskin
Sejumlah polisi dari Satuan Sabhara Polrestabes Bandung lakukan penjagaan di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung. Medcom.id/P Aditya Prakasa

Bandung: Sejumlah polisi dari Satuan Sabhara Polrestabes Bandung melakukan penjagaan di depan gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung. Tim polisi bersenjata lengkap tiba di Lapas menggunakan sepeda motor sekira pukul 14.30 WIB.

Saat tiba, sejumlah polisi tersebut langsung berjejer di depan pintu gerbang. Tampak juga dua unit mobil polisi bertuliskan 'Polrestabes Bandung' di sampingnya.

"Kita back up KPK geledah Lapas Sukamiskin," kata salah seorang polisi yang enggan disebutkan namanya.

Tak berselang lama, sejumlah orang berpakaian bebas ikut datang. Mereka masuk ke dalam Lapas dengan membawa dua koper.

"Iya dari KPK, nanti dari jubir yang bicara, bukan kapasitas saya," katanya salah seorang petugas KPK saat berjalan masuk ke dalam.

Baca: KPK Menyegel Sel di Lapas Sukamiskin

Sebanyak enam orang ditangkap, saat penyidik Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Enam orang tersebut terdiri dari kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen dan pihak swasta.

KPK sebelumnya empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait fasilitas narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin. Mereka yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta uang senilai Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi Darmawansyah yang telah mendapatkan fasilitas sel kamar di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Kalapas Sukamiskin dan stafnya selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 

Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca juga: Kronologi OTT Suap Fasilitas Lapas Sukamiskin
 


(SUR)