Berkas Kasus Penipuan Umrah PT BSL Segera Lengkap

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 03 Apr 2018 20:15 WIB
penipuanibadah umrah
Berkas Kasus Penipuan Umrah PT BSL Segera Lengkap
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Bandung: Berkas kasus dugaan penipuan terhadap ratusan jemaah umrah PT Solusi Balad Lumampah (SBL) segera lengkap (P21) dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Sembari melengkapi berkas dua tersangaka dari PT SBL segera diadili, polisi terus mengembangkan kasus yang diduga telah merugikan ribuan jemaah ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Samudi menyebut pengumpulan keterangan dari tersangka maupun saksi dalam kasus tersebut terus dilakukan.

"Masih ada pekerjaan rumah lain yang berkaitan dengan kasus ini. Keterangan tersangka saksi-saksi juga masih ada yang perlu didalami lagi," ungkap Samudi di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Bandung Selasa 3 April 2018.

Pihaknya terus mengejar dugaan keterlibatan tersangka lain maupun aset PT SBL lainnya. Termasuk dugaan pencucian uang dari dana jemaah.

"Tentunya, siapa saja yang terlibat dalam hal menikmati menggunakan dana-dana dari 21 ribu jamaah yang tidak jadi diberangkatkan," jelasnya.

Direskrimsus Polda Jabar telah menyita sembilan unit mobil dan empat motor dari pemilik PT SBL Aom Juang Wibowo telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mendalami aset yang masih ada di tangan karyawan, staf maupun keluarga tersangka.

"Untuk total barang bukti bervariasi, uang yang kita sita kurang lebih 6 miliar," ucapnya.

Ribuan jemaah menjadi korban dugaan penipuan oleh biro jasa umrah PT SBL. Korban telah menyetor pembayaran untuk perjalanan umrah dan haji, dengan kisaran Rp18 sampai dengan Rp23 juta. Total uang yang disetor jemaah diduga mencapai Rp900 miliar.

PT SBL tercatat baru berangkatkan 17.383 jemaah. Sebanyak 12.854 ribu tidak diberangkatkan sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Akibatnya jumlah total kerugian mencapai Rp300 miliar yang baru diketahui.

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, Aom Juang Wibowo sebagai pemilik PT SBL dan Ery Ramdani selaku staf di PT SBL.


(SUR)