Terlibat Jual Beli Kursi Sekolah, PNS Diancam Turun Jabatan

Rizky Dewantara    •    Rabu, 11 Jul 2018 17:38 WIB
PPDB 2018
Terlibat Jual Beli Kursi Sekolah, PNS Diancam Turun Jabatan
Ilustrasi -- MI/Ramdani

Bogor: Pegawai negeri sipil (PNS) Kota Bogor, Jawa Barat, terancam turun jabatan bila terlibat jual-beli kursi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, menyakini pemberian sanksi tersebut bisa membuat jera PNS yang terlibat.

"Pangkat itu empat tahun sekali dan harus mengerjakan karya tulis, sanksi itu dijamin membuat jera para oknum yang terlibat," ujar Fahrudin saat ditemui di Disdik Kota Bogor, Selasa, 11 Juli 2018.

Ia menambahkan, PNS yang melakukan jual beli kursi saat penerimaan siswa baru selalu ada. Menurutnya, PNS tersebut hanya bermain untuk memperkaya diri sendiri dengan modus penipuan.

"Saya minta ke semuanya mewaspadai hal itu. Kita sudah tahunan mengelola PPDB. Saya tekankan kepada para guru dan orang tua murid agar tidak tergiur dengan janji-janji yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab" akunya.

Dia menjamin tidak ada oknum yang bermain di lingkungan sekolah. Saat ini, kata dia, mayoritas aduan yang masuk perihal penipuan uang.

"Makanya saya tegaskan, pasti penipuan itu menjual nama Disdik, bahkan nama saya juga terbawa. Uang untuk disdik dan kadis sekian, itu modus penipuanya," beber dia.

Sementara itu, pengumuman hasil pendaftaran PPDB SMP Negeri 1 Kota Bogor dilakukan hari ini, Rabu, 11 Juli 2018. Orang tua wajib mempersiapkan semua berkas administrasi, di antaranya surat pernyataan diterima di SMP Negeri 1 Kota Bogor (Asli).

Kemudian, mengisi formulir pendaftaran ulang yang telah disediakan, membawa surat keterangan kelakuan baik dari sekolah, surat keterangan lulus. Membawa salinan ijazah 2 lembar, SHUS 2 lembar, KK 2 lembar, akta kelahiran 2 lembar, salinan kelas 4, 5 dan 6 sebanyak 1 set, salinan kartu NISN.

Pas foto berwarna terbaru ukuran 2x3 dan 3x4 masing-masing 4 lembar. Surat pernyataan peserta didik. Surat pernyataan orang tua peserta didik.

"Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak mendaftar ulang, dengan kata lain mengundurkan diri," imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak khawatir. Yang terpenting, kata dia, harus ada semangat orang tua dalam mendampingi sang anak.

"Yang penting adalah selamat, jangan hanya semangat memasukkan saja, tapi semangat juga mendampingi anaknya supaya belajarnya nyaman, tenang, berprestasi dan membanggakan orang tua," tuntasnya.


(LDS)